Jembatan Rusak Diterjang Arus Sungai Bodri, Ganjar Pastikan Respons Cepat
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 22:44 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Juwero di Desa Triharjo, Gemuh, Kendal yang rusak akibat derasnya aliran air Sungai Bodri. Foto/Ist
A
A
A
KENDAL - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Juwero di Desa Triharjo, Gemuh, Kabupaten Kendal yang rusak akibat derasnya aliran air Sungai Bodri sejak Kamis (13/10/2022).
Ganjar yang meninjau jembatan tersebut di tengah hujan deras memastikan pemerintah akan merespons cepat perbaikannya. Pemprov Jateng sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk Perhutani selaku pemilik aset.
Baca juga: Ke Aceh, Ganjar Diberi Gelar Teuku Ganjar Pranowo
"Kita harus cepat merespons. Insya Allah ini secara teknis sudah kemarin dirapatkan, dari Pemkab Kendal juga sudah, dengan Perhutani sudah, maka kita harus ada tindakan teknis cepet-cepet ya untuk menyelamatkan," katanya, Jumat (21/10/2022).
Respons cepat pemerintah dilakukan mengingat kondisi cuaca saat ini sedang tidak bagus. Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong perbaikan segera dimulai agar tidak membahayakan warga sekitar.
"Ini harus cepat sebab kondisinya kan lagi nggak bagus, terus kemudian kondisi lingkungan atau cuaca yang tidak bagus ini potensi besar untuk bisa mendorong terjadinya situasi yang tidak baik dan membahayakan," katanya.
Ganjar yang meninjau jembatan tersebut di tengah hujan deras memastikan pemerintah akan merespons cepat perbaikannya. Pemprov Jateng sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk Perhutani selaku pemilik aset.
Baca juga: Ke Aceh, Ganjar Diberi Gelar Teuku Ganjar Pranowo
"Kita harus cepat merespons. Insya Allah ini secara teknis sudah kemarin dirapatkan, dari Pemkab Kendal juga sudah, dengan Perhutani sudah, maka kita harus ada tindakan teknis cepet-cepet ya untuk menyelamatkan," katanya, Jumat (21/10/2022).
Respons cepat pemerintah dilakukan mengingat kondisi cuaca saat ini sedang tidak bagus. Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong perbaikan segera dimulai agar tidak membahayakan warga sekitar.
"Ini harus cepat sebab kondisinya kan lagi nggak bagus, terus kemudian kondisi lingkungan atau cuaca yang tidak bagus ini potensi besar untuk bisa mendorong terjadinya situasi yang tidak baik dan membahayakan," katanya.
Lihat Juga :