Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Polda Jatim Dikritik
Rabu, 19 Oktober 2022 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
"Saya mendesak, rekonstruksi harus dilakukan di lokasi sekitar Stadion Kanjuruhan. Atau kalau bisa di Stadion Kanjuruhan. Hampir semua saksi ada di wilayah Malang Raya, sangat tidak wajar kalau rekonstruksi dilakukan di kantor Polda Jatim," tuturnya.
Diakui Andy, ada beberapa saksi yang dimintai hadir ke Mapolda Jawa Timur, tapi saksi itu justru yang mengalami luka-luka. Para saksi itu sebetulnya masih mengalami trauma secara psikis, dengan kondisi masih mengalami luka.
Baca juga: Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, 30 Adegan Diperagakan 3 Tersangka
"Mereka diminta ke acara itu (rekonstruksi di Mapolda Jawa Timur), tapi kami memang tidak untuk hadir ke sana, hingga sekarang. Kami tidak bisa menerima apapun hasil dari rekonstruksi itu. Dan hari ini kita dampingi secara mayoritas," jelasnya.
Di sisi lain Koordinator LBH Surabaya Pos Malang Daniel Siagian menilai rekonstruksi yang dilakukan di Mapolda Jawa Timur menandakan tidak adanya transparansi dan akuntabilitas pada penanganan hukumnya.
"Seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel dan dilakukan secara terbuka di Stadion Kanjuruhan, bukan secara tertutup di Polda Jatim karena akan menimbulkan keraguan terkait transparansi hasil rekonstruksi," kata Daniel Siagian.
LBH Pos Malang bersama koalisi masyarakat sipil juga menjelaskan, dengan rekonstruksi yang diadakan di Surabaya membuat proses keadilan sulit terealisasi, dikarenakan minimnya keterlibatan korban tragedi Kanjuruhan secara langsung.
Diakui Andy, ada beberapa saksi yang dimintai hadir ke Mapolda Jawa Timur, tapi saksi itu justru yang mengalami luka-luka. Para saksi itu sebetulnya masih mengalami trauma secara psikis, dengan kondisi masih mengalami luka.
Baca juga: Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, 30 Adegan Diperagakan 3 Tersangka
"Mereka diminta ke acara itu (rekonstruksi di Mapolda Jawa Timur), tapi kami memang tidak untuk hadir ke sana, hingga sekarang. Kami tidak bisa menerima apapun hasil dari rekonstruksi itu. Dan hari ini kita dampingi secara mayoritas," jelasnya.
Di sisi lain Koordinator LBH Surabaya Pos Malang Daniel Siagian menilai rekonstruksi yang dilakukan di Mapolda Jawa Timur menandakan tidak adanya transparansi dan akuntabilitas pada penanganan hukumnya.
"Seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel dan dilakukan secara terbuka di Stadion Kanjuruhan, bukan secara tertutup di Polda Jatim karena akan menimbulkan keraguan terkait transparansi hasil rekonstruksi," kata Daniel Siagian.
LBH Pos Malang bersama koalisi masyarakat sipil juga menjelaskan, dengan rekonstruksi yang diadakan di Surabaya membuat proses keadilan sulit terealisasi, dikarenakan minimnya keterlibatan korban tragedi Kanjuruhan secara langsung.
Lihat Juga :