Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Polda Jatim Dikritik
Rabu, 19 Oktober 2022 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
"Seharusnya keterlibatan publik dalam pemantauan rekonstruksi ini harus dilakukan terkhusus pihak saksi korban, hal itu sangat penting untuk menjamin Keadilan bagi korban, serta agar fakta yang direkonstruksi secara terang-benderang dan tidak dikaburkan," pungkasnya.
Baca juga: Kunjungi RSSA Malang, Kapolda Jatim Minta Maaf ke Korban Tragedi Kanjuruhan
Sebelumnya diberitakan, Polda Jawa Timur melakukan rekonstruksi dengan memeragakan 30 adegan di Lapangan Polda Jawa Timur pada Rabu pagi (19/10/2022). Pada rekonstruksi ini dihadirkan tiga orang tersangka dari kepolisian untuk melakukan simulasi mengenai kronologi penembakan gas air mata, seusai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu malam (1/10/2022).
Menariknya dalam rekonstruksi itu, tak ada rekonstruksi penembakan gas air mata ke arah tribun, sebagaimana temuan - temuan investigasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Komnas HAM, serta lembaga koalisi masyarakat sipil.
Penembakan gas air mata menjadi penting sebab TGIPF menyimpulkan hal itu memicu adanya kepanikan ke penonton, yang berujung terinjak-injak hingga memakan 133 korban hingga Rabu (19/10/2022) dan ratusan korban luka.
Baca juga: Kunjungi RSSA Malang, Kapolda Jatim Minta Maaf ke Korban Tragedi Kanjuruhan
Sebelumnya diberitakan, Polda Jawa Timur melakukan rekonstruksi dengan memeragakan 30 adegan di Lapangan Polda Jawa Timur pada Rabu pagi (19/10/2022). Pada rekonstruksi ini dihadirkan tiga orang tersangka dari kepolisian untuk melakukan simulasi mengenai kronologi penembakan gas air mata, seusai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu malam (1/10/2022).
Menariknya dalam rekonstruksi itu, tak ada rekonstruksi penembakan gas air mata ke arah tribun, sebagaimana temuan - temuan investigasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Komnas HAM, serta lembaga koalisi masyarakat sipil.
Penembakan gas air mata menjadi penting sebab TGIPF menyimpulkan hal itu memicu adanya kepanikan ke penonton, yang berujung terinjak-injak hingga memakan 133 korban hingga Rabu (19/10/2022) dan ratusan korban luka.
(nic)
Lihat Juga :