Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Polda Jatim Dikritik

Rabu, 19 Oktober 2022 - 21:52 WIB
loading...
Rekonstruksi Tragedi...
Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: MPI/Avirista Midada
A A A
MALANG - Proses rekonstruksi tragedi Kanjuruhan Malang yang dilakukan di Lapangan Polda Jawa Timur disesalkan oleh pendamping hukum Tim Gabungan Aremania (TGA). Padahal seharusnya proses rekonstruksi itu dilakukan di lokasi kejadian.

Sekjen Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andy Irfan, yang mendampingi TGA mengungkapkan, proses rekonstruksi kasus Kanjuruhan yang dilakukan di Mapolda Jawa Timur dianggap bukan hal yang wajar.

Apalagi dalam proses rekonstruksi itu tidak ada adegan penembakan gas air mata ke tribun penonton.

Baca juga: Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, Polisi Hadirkan 54 Saksi

"Itu berarti bukan rekonstruksi yang sebenarnya. Kalau polisi hanya menggambarkan sebagian dari peristiwa yang utuh itu, ya bentuk pengaburan fakta yang dilakukan kepolisian. Seperti yang saya bilang tadi, kepolisian ini, kayaknya memang sedang melakukan upaya obstruction of justice," ucap Andy Irfan, ditemui di Posko TGA, Rabu siang (19/10/2022).

Menurutnya, rekonstruksi di Malang juga memudahkan untuk para saksi dihadirkan. Apalagi seluruh saksi kebanyakan juga berdomisili di Malang raya, sehingga kemungkinan untuk hadir tinggi dibanding ketika rekonstruksi dilakukan di Surabaya.



"Saya mendesak, rekonstruksi harus dilakukan di lokasi sekitar Stadion Kanjuruhan. Atau kalau bisa di Stadion Kanjuruhan. Hampir semua saksi ada di wilayah Malang Raya, sangat tidak wajar kalau rekonstruksi dilakukan di kantor Polda Jatim," tuturnya.

Diakui Andy, ada beberapa saksi yang dimintai hadir ke Mapolda Jawa Timur, tapi saksi itu justru yang mengalami luka-luka. Para saksi itu sebetulnya masih mengalami trauma secara psikis, dengan kondisi masih mengalami luka.

Baca juga: Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, 30 Adegan Diperagakan 3 Tersangka

"Mereka diminta ke acara itu (rekonstruksi di Mapolda Jawa Timur), tapi kami memang tidak untuk hadir ke sana, hingga sekarang. Kami tidak bisa menerima apapun hasil dari rekonstruksi itu. Dan hari ini kita dampingi secara mayoritas," jelasnya.

Di sisi lain Koordinator LBH Surabaya Pos Malang Daniel Siagian menilai rekonstruksi yang dilakukan di Mapolda Jawa Timur menandakan tidak adanya transparansi dan akuntabilitas pada penanganan hukumnya.

"Seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel dan dilakukan secara terbuka di Stadion Kanjuruhan, bukan secara tertutup di Polda Jatim karena akan menimbulkan keraguan terkait transparansi hasil rekonstruksi," kata Daniel Siagian.

LBH Pos Malang bersama koalisi masyarakat sipil juga menjelaskan, dengan rekonstruksi yang diadakan di Surabaya membuat proses keadilan sulit terealisasi, dikarenakan minimnya keterlibatan korban tragedi Kanjuruhan secara langsung.

"Seharusnya keterlibatan publik dalam pemantauan rekonstruksi ini harus dilakukan terkhusus pihak saksi korban, hal itu sangat penting untuk menjamin Keadilan bagi korban, serta agar fakta yang direkonstruksi secara terang-benderang dan tidak dikaburkan," pungkasnya.

Baca juga: Kunjungi RSSA Malang, Kapolda Jatim Minta Maaf ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Sebelumnya diberitakan, Polda Jawa Timur melakukan rekonstruksi dengan memeragakan 30 adegan di Lapangan Polda Jawa Timur pada Rabu pagi (19/10/2022). Pada rekonstruksi ini dihadirkan tiga orang tersangka dari kepolisian untuk melakukan simulasi mengenai kronologi penembakan gas air mata, seusai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu malam (1/10/2022).

Menariknya dalam rekonstruksi itu, tak ada rekonstruksi penembakan gas air mata ke arah tribun, sebagaimana temuan - temuan investigasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Komnas HAM, serta lembaga koalisi masyarakat sipil.

Penembakan gas air mata menjadi penting sebab TGIPF menyimpulkan hal itu memicu adanya kepanikan ke penonton, yang berujung terinjak-injak hingga memakan 133 korban hingga Rabu (19/10/2022) dan ratusan korban luka.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati, Gus Salam Minta Pelaku Ditindak Tegas
Banyak Ungkap Kejahatan,...
Banyak Ungkap Kejahatan, Dua Perwira Reskrim Polda Jatim Raih PWI Jatim Award
Ledakan Terjadi di Masjid...
Ledakan Terjadi di Masjid Jember, Kapolda Jatim: Tidak Ada Korban
2 Pelaku Pengusiran...
2 Pelaku Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina Ditetapkan Jadi Tersangka
Usai Usir dan Rusak...
Usai Usir dan Rusak Rumah Nenek Elina, Samuel Akhirnya Ditangkap Polda Jatim
Soal Rehabilitasi dan...
Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Sumbar-Sumut, Pengamat Sarankan Tiru BRR Era SBY
Kapolri Tunjuk 6 Kombes...
Kapolri Tunjuk 6 Kombes Pol Jabat Dirreskrimsus dan Dirreskrimum, Ini Daftarnya
Gaza Butuh Rp1.223 Triliun...
Gaza Butuh Rp1.223 Triliun selama 10 Tahun Lagi untuk Pemulihan dan Rekonstruksi
Prabowo Akan Bentuk...
Prabowo Akan Bentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved