Terdampak Pandemi, Karyawan Hotel Bintang Lima Jadi Tukang Cukur Keliling

Senin, 06 Juli 2020 - 11:52 WIB
loading...
Terdampak Pandemi, Karyawan...
Suyadi ketika melayani jasa cukur rambut dikawasan Kampung Kutisari Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Nama Suyadi Kholik (49), mungkin sudah tidak asing bagi warganet. Belum lama ini sosok Suyadi banyak menghiasi laman media sosial maupun media online.

Aksinya yang unik di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya rupanya banyak menyita perhatian masyarakat.

Suyadi merupakan karyawan salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Sejak wabah corona menjamah Surabaya, Suyadi terpaksa menerima keputusan pahit dari pengelola hotel untuk dirumahkan hingga waktu yang tidak pasti.

(Baca juga: Seniman Surabaya Arak Peti Mati ke DPRD dan Pemkot Surabaya )

Sebagi tulang punggung keluarga, bapak dua anak inipun harus tetap mendapatkan penghasilan. "Alhamdulillah saya bisa nyukur rambut," katanya. Tanpa berpikir panjang, Suyadipun memutuskan banting setir menjadi tukang cukur keliling.

Ia bercerita, menjadi tukang cukur keliling bukan sesuatu yang sulit. Kemampuan mencukur ternyata sudah sejak lama ia tekuni, bahkan sempat ikut kursus dan mendapatkan sertifikat. Namun saat ada PSSB, Suyadi sempat tidak bisa keliling lantaran banyak jalanan kampung di portal.

Masyarakat pun dihantui kekawatiran menggunakan jasa tukang cukur. "Waktu itu saya sempat berhenti keliling beberapa minggu," ujarnya.

(Baca juga: Pandemi COVID-19, Ini New Corporate Culture Menurut FEB Unisma )

Warga Kutisari Surabaya inipun tidak menyerah. Ia terus berpikir supaya tetap bisa berkeliling ditengah pembatasan. Bukan hanya keliling, tapi Suyadi ingin dirinya dan pelanggannya tetap aman dari penularan virus corona saat menggunakan jasanya. "Akhirnya saya memesan Hazmat ini ke teman saya, harganya waktu itu Rp200 ribu," ucapnya.

Berkeliling pakai alat pelindung diri (APD) rupanya cukup menyita perhatian. Apalagi Suyadi memasang dua tulisan besar "Potong Rambut 10 K" di depan dan belakang sepeda motornya. Wargapun menyebutnya sebagai potong rambut ala Corona.

Alhasil banyak warga yang menggunakan jasanya, karena merasa aman. Hingga saat ini Suyadi tetap memilih untuk berkeliling ke kampung-kampung. Sekali cukur, Suyadi memasang tarif Rp5 ribu - 10 ribu per orang. "Kalau keliling pasti dapat pelanggan karena jemput bola. Kalau mangkal kan kadang dapet kadang tidak," imbuhnya.

Salah satu pelanggan, Tomi Kurniawan mengaku merasa tenang menggunakan jasa Suyadi. Selain sudah kenal, Suyadi selalu mengenakan APD dan mensterilkan peralatan usai mencukur. Tomi dan anaknya bahkan rela menunggu selama seminggu untuk cukur rambut.

"Kan pak Suyadi beberapa hari sibuk ngurus anaknya sekolah. Pengen potong agak takut kalau di luar. Dengan dia makai APD lebih tenang. Insyaalloh aman," pungkasnya.

Sindonews berkesempatan mengikuti Suyadi, mulai persiapan dari rumah kontrakannya hingga berkeliling keluar masuk kampung. Sebelum berangkat, Suyadi menyiapkan semua peralatannya. Ia memastikan tidak ada satupun peralatan yang tertinggal.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Di Hadapan Ribuan Babinsa,...
Di Hadapan Ribuan Babinsa, Menhan Prabowo Puji Cara Presiden Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
Nihil Kasus Aktif Covid-19,...
Nihil Kasus Aktif Covid-19, Kepri Belum Berstatus Endemi
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved