Pandemi COVID-19, Ini New Corporate Culture Menurut FEB Unisma
Senin, 06 Juli 2020 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi implementasi di perusahaan belum sepenuhnya "Mapan" diterapkan, badai COVID-19 telah merevolusi semuanya karena banyak diterapkan berbagai kebijakan untuk penyelamatan. (Baca juga: Kapal Perang Koarmada II Lakukan Manuver di Perairan Laut Jawa )
"Banyak perusahaaan dipaksa untuk memasuki dan mengikuti abad virtual, ada yang sebagian mengikuti bahkan ada yang terpaksa mengikuti secara paripurna" jelasnya.
Marjana, Direktur Risk Compliace and Human Capital PT Bank Mega Syariah Tbk., menyampaikan, masuknya revolusi Industri 4,0 dan menghadapi VUCA, dimana dunia belum ada kemapanan dalam implementasi digitalisasi teknology serta upaya antisipasi perubahan old way yang terdisrupsi new way (cara baru), tiba-tiba muncul pandemi COVID-19 yang menimbulkan krisis kesehatan di hampir seluruh negara.
"Impact dari COVID-19 bagi Indonesia, adalah beberapa lembaga pemeringkat internasional mengatakan kondisi ekonomi belum akan membaik, bahkan kita akan ketemu dengan pertumbuhan negatif. Menteri Keuangan Srimulyani memprediksi tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,8 % . Sedangkan Bloomberg memprediksi minus 3,1 %, data Mandiri Sekuritas minus 3.4 persen, sedangkan Oxford Economy Minus 6,1 %. Satu-satunya yang memprediksi pertumbuhan positif hanya Moodys memprediksi pertumbuhan ekonomi 1.9 %," paparnya.
Marjana menjabarkan, beberapa perubahan perubahan yang dilakukan dalam menghadapi era normal baru di antaranya, Corporate Strategi Business Plan (penyesuaian strategi bisnis perusahaan), Penyesuaan Corporate culture, penyesuaian KPI,Online Pshicology Test, Phone Interview, Developing Online Learning and Training, Online Coaching dan Consultant dan Retainin (Pemetaan talent melalui asessmen secara virtual).
"Banyak perusahaaan dipaksa untuk memasuki dan mengikuti abad virtual, ada yang sebagian mengikuti bahkan ada yang terpaksa mengikuti secara paripurna" jelasnya.
Marjana, Direktur Risk Compliace and Human Capital PT Bank Mega Syariah Tbk., menyampaikan, masuknya revolusi Industri 4,0 dan menghadapi VUCA, dimana dunia belum ada kemapanan dalam implementasi digitalisasi teknology serta upaya antisipasi perubahan old way yang terdisrupsi new way (cara baru), tiba-tiba muncul pandemi COVID-19 yang menimbulkan krisis kesehatan di hampir seluruh negara.
"Impact dari COVID-19 bagi Indonesia, adalah beberapa lembaga pemeringkat internasional mengatakan kondisi ekonomi belum akan membaik, bahkan kita akan ketemu dengan pertumbuhan negatif. Menteri Keuangan Srimulyani memprediksi tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,8 % . Sedangkan Bloomberg memprediksi minus 3,1 %, data Mandiri Sekuritas minus 3.4 persen, sedangkan Oxford Economy Minus 6,1 %. Satu-satunya yang memprediksi pertumbuhan positif hanya Moodys memprediksi pertumbuhan ekonomi 1.9 %," paparnya.
Marjana menjabarkan, beberapa perubahan perubahan yang dilakukan dalam menghadapi era normal baru di antaranya, Corporate Strategi Business Plan (penyesuaian strategi bisnis perusahaan), Penyesuaan Corporate culture, penyesuaian KPI,Online Pshicology Test, Phone Interview, Developing Online Learning and Training, Online Coaching dan Consultant dan Retainin (Pemetaan talent melalui asessmen secara virtual).
(eyt)
Lihat Juga :