Muncul Klaster Baru, PKM Semarang Diperpanjang Tanpa Batas Waktu
Senin, 06 Juli 2020 - 05:49 WIB
loading...
Petugas melakukan pemeriksaan protokol kesehatan pada setiap pengendara di perbatasan Semarang-Demak. Pemkot Semarang memberlakukan PKM tanpa batas waktu. FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni
A
A
A
SEMARANG - Masih tingginya kasus virus corona atau COVID-19 mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali memperpanjang masa penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Bahkan perpanjangan PKM kali ini tanpa batas waktu.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, hingga hari ini kasus COVID-19 di Kota Semarang telah mencapai 718 kasus. Dengan rincian, sembuh 934 orang dan meninggal 135 jiwa.
Menurutnya, rapid dan swab test yang dilakukan secara masif menimbulkan kasus COVID-19 banyak diketahui. Namun begitu, pihaknya akan tetap berlakukan tes massal untuk mendeteksi sedini mungkin orang yang terpapar COVID-19.
“Jika hal yang dirasa mendesak untuk selesaikan PKM karena kasus COVID-19 menurun bisa saja PKM kita cabut. Namn kalau angkanya naik nanti PKM akan kita perketat lagi,” tegas wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Minggu (5/7/2020).
Dia mengungkapkan, banyak pasien baru yang muncul dari hasil penelusuran. Pasien baru tersebut kebanyakan membawa penyakit penyerta seperti demam berdarah dan tipes.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, hingga hari ini kasus COVID-19 di Kota Semarang telah mencapai 718 kasus. Dengan rincian, sembuh 934 orang dan meninggal 135 jiwa.
Menurutnya, rapid dan swab test yang dilakukan secara masif menimbulkan kasus COVID-19 banyak diketahui. Namun begitu, pihaknya akan tetap berlakukan tes massal untuk mendeteksi sedini mungkin orang yang terpapar COVID-19.
“Jika hal yang dirasa mendesak untuk selesaikan PKM karena kasus COVID-19 menurun bisa saja PKM kita cabut. Namn kalau angkanya naik nanti PKM akan kita perketat lagi,” tegas wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Minggu (5/7/2020).
Dia mengungkapkan, banyak pasien baru yang muncul dari hasil penelusuran. Pasien baru tersebut kebanyakan membawa penyakit penyerta seperti demam berdarah dan tipes.
Lihat Juga :