Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Bisa Tersedia pada September 2020
Selasa, 14 April 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian yang didanai National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) bersama dengan Kaiser Permanente Health Research Institute di Seattle menguji vaksin yang aman bagi manusia. Para partisipan menerima dua dosis vaksin dan dimonitor selama satu tahun.
Perusahaan farmasi AS Pfizer sudah menandatangani kerja sama dengan BioNTech di Jerman untuk mengembangkan vaksin virus corona. Dua perusahaan itu berkolaborasi bersama-sama untuk mendistribusikan vaksin di luar China. Mereka juga sudah menyepakati faktor finansial untuk pengembangan dan komersialisasi vaksin tersebut.
Berapa Harga Vaksin Virus Corona?
CEO Moderna Stephane Bancel mengungkapkan, harga vaksin virus corona yang akan diproduksi tidak akan mahal. Namun, dia tidak menyebutkan berapa harga vaksin tersebut. "Kita akan memikirkan harga vaksin ini bisa saja lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin virus pernapasan," katanya.
Pasalnya, harga vaksin pneumonia saja mencapai USD800 (Rp12,5 juta) untuk empat kali suntikan yang biasa disebut dengan Prevnar 13. “Vaksin tersebut untuk mencegah pneumonia,” kata Bancel. Dia mengungkapkan, pihaknya belum menentukan harga vaksin corona karena berkaitan dengan kesehatan publik dan harga tersebut juga harus mendapatkan persetujuan pemerintah.
Dalam pandangan Jason Nickerson, penasihat hubungan kemanusiaan Universitas Ottawa, mengungkapkan harga vaksin seharusnya bisa dijangkau dan tersedia bagi publik. "Harga vaksin yang adil dan terjangkau oleh masyarakat dunia. Apalagi, penelitian vaksin juga menggunakan dana pemerintah," katanya.
Pemerintah AS belum bisa menjamin harga vaksin. “Baru-baru ini mengatakan dirinya tidak menjamin harga vaksin bisa terjangkau karena sektor swasta juga telah berinvestasi besar,” kata Menteri Kesehatan AS Alex Azar. Meskipun pengembangan vaksin itu juga menggunakan dana dari pajak yang dibayar rakyat AS. Dia juga tidak menjamin kalau seluruh rakyat AS bisa membeli vaksin tersebut. Namun demikian, Azar mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerja maksimal agar harga vaksin bisa terjangkau.
Berbeda dengan negara-negara Uni Eropa, pemerintah AS tidak memiliki kemampuan untuk mengatur perusahaan swasta tentang harga vaksin baru. Pasalnya, untuk pengembangan vaksin baru diperlukan dana sekitar USD1 miliar. Apalagi, ada kemungkinan 94% pembuatan vaksin bisa mengalami kegagalan.
Perusahaan farmasi AS Pfizer sudah menandatangani kerja sama dengan BioNTech di Jerman untuk mengembangkan vaksin virus corona. Dua perusahaan itu berkolaborasi bersama-sama untuk mendistribusikan vaksin di luar China. Mereka juga sudah menyepakati faktor finansial untuk pengembangan dan komersialisasi vaksin tersebut.
Berapa Harga Vaksin Virus Corona?
CEO Moderna Stephane Bancel mengungkapkan, harga vaksin virus corona yang akan diproduksi tidak akan mahal. Namun, dia tidak menyebutkan berapa harga vaksin tersebut. "Kita akan memikirkan harga vaksin ini bisa saja lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin virus pernapasan," katanya.
Pasalnya, harga vaksin pneumonia saja mencapai USD800 (Rp12,5 juta) untuk empat kali suntikan yang biasa disebut dengan Prevnar 13. “Vaksin tersebut untuk mencegah pneumonia,” kata Bancel. Dia mengungkapkan, pihaknya belum menentukan harga vaksin corona karena berkaitan dengan kesehatan publik dan harga tersebut juga harus mendapatkan persetujuan pemerintah.
Dalam pandangan Jason Nickerson, penasihat hubungan kemanusiaan Universitas Ottawa, mengungkapkan harga vaksin seharusnya bisa dijangkau dan tersedia bagi publik. "Harga vaksin yang adil dan terjangkau oleh masyarakat dunia. Apalagi, penelitian vaksin juga menggunakan dana pemerintah," katanya.
Pemerintah AS belum bisa menjamin harga vaksin. “Baru-baru ini mengatakan dirinya tidak menjamin harga vaksin bisa terjangkau karena sektor swasta juga telah berinvestasi besar,” kata Menteri Kesehatan AS Alex Azar. Meskipun pengembangan vaksin itu juga menggunakan dana dari pajak yang dibayar rakyat AS. Dia juga tidak menjamin kalau seluruh rakyat AS bisa membeli vaksin tersebut. Namun demikian, Azar mengungkapkan bahwa dirinya akan bekerja maksimal agar harga vaksin bisa terjangkau.
Berbeda dengan negara-negara Uni Eropa, pemerintah AS tidak memiliki kemampuan untuk mengatur perusahaan swasta tentang harga vaksin baru. Pasalnya, untuk pengembangan vaksin baru diperlukan dana sekitar USD1 miliar. Apalagi, ada kemungkinan 94% pembuatan vaksin bisa mengalami kegagalan.
(tri)
Lihat Juga :