Tak Dapat Keadilan di PN Makassar, Korban Malpraktik Lapor ke Komisi Yudisial

Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
Tak Dapat Keadilan di...
Agita Diola Fitria, korban dugaan malpraktik dokter Elisabeth, memutuskan melayangkan laporan ke Komisi Yudisial Republik Indonesia di Jakarta. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Agita Diola Fitria, korban dugaan malpraktik dokter Elisabeth, memutuskan melayangkan laporan ke Komisi Yudisial Republik Indonesia di Jakarta. Ia mengaku kecewa sebab meski matanya kirinya kini buta permanen, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar justru memberi vonis bebas kepada Elisabeth. Baca : Pengadilan Bebaskan Dokter Elisabeth yang Buat Pasiennya Buta

"Kitakan tahu jaksa menuntut empat tahun penjara. Ini malah bebas. padahal fakta sidang sudah sangat jelas, terdakwa mengakui tidak melakukan prosedur berupa kesepakatan tertulis dan tidak memberikan penjelasan rinci terkait risiko tindakan medisnya. Tapi, alih-alih dijatuhi hukuman, hakim malah mengabaikan kondisi korban yang telah nyata mengalami kebutaan permanen di mata kirinya, itu memberi tekanan baru pada psikologi korban," tukas Agita Diola Fitria melalui pengacaranya Achmad Rudyansyah kepada SINDOnews.

Menurut Rudy sapaan akrabnya, upaya laporan ke KY ini semata-mata untuk menuntut keadilan kliennya yang tidak diperoleh di Pengadilan Negeri Makassar. Hakim kata Dia, justru mengabaikan banyak sekali fakta sidang dan bukti-bukti yang menunjukkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa.

Rudy mengungkap seharusnya jika hakim benar-benar objektif, terdakwa sudah diganjar dengan hukuman yang setimpal, sebab ternyata dokter Elisabeth bukan merupakan dokter spesialis kulit, sebagaimana pengakuan dan fakta di persidangan.

Tak hanya sampai disitu saja, dokter Elisabeth juga terbukti tidak memberikan penjelasan mengenai risiko dari tindakan medis yang akan dilakukannya pada korban. Bahkan sudah sangat terang, pelaku yang merupakan dokter biomedik tersebut, lanjut Rudi, sama sekali tidak melakukan dan menjalankan prosedur umum tindakan medis kedokteran.

"Selain akan melaporkan ke Komisi Yudisial, kita juga akan bersurat pada Komisi Kejaksaan, kami berharap agar Komisi Kejaksaan memberi atensi dalam kasus ini. apalagi saya terus terang khawatir, walaupun jaksa nantinya menyatakan untuk kasasi, tapi melihat bagaimana perkara ini berat sebelah, saya khawatir memori kasasinya diulur-ulur dan akhirnya kasasi tersebut tidak diterima," tandasnya. Baca Juga :Jaksa Kejati Didesak Lawan Vonis Bebas Dokter Elisabeth
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Miris! Bayi Bidan Alami...
Miris! Bayi Bidan Alami Kelumpuhan Gegara Dokter di Gunungkidul Salah Tangani Persalinan
Hakim Tolak Gugatan...
Hakim Tolak Gugatan Rp700 Miliar Eks Stafsus Gubernur Sulsel ke Media dan Jurnalis, Ini Alasannya
Miris! Kelamin Anak...
Miris! Kelamin Anak Usia 8 Tahun Terpotong saat Ikut Sunatan Massal
PT PP Beroperasi Seperti...
PT PP Beroperasi Seperti Semula Usai PN Makassar Cabut Status PKPU
Kasus Dugaan Malapraktik...
Kasus Dugaan Malapraktik Bocah 7 Tahun di Palembang Berakhir Damai
Diduga Meninggal karena...
Diduga Meninggal karena Malpraktik, Desfa Disebut Menderita Malnutrisi Akut
Menkes Beberkan Dugaan...
Menkes Beberkan Dugaan Malapraktik di Fasyankes: 24 Kasus Pasien Meninggal Dunia
LBH Perindo Jaktim Somasi...
LBH Perindo Jaktim Somasi RS di Sunter Agung yang Diduga Lakukan Malpraktik
LBH Perindo Jaktim Dampingi...
LBH Perindo Jaktim Dampingi Bayi Diduga Korban Malpraktik Tim Medis RS di Sunter Agung
Rekomendasi
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Berita Terkini
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved