Kisah Prabu Siliwangi, Raja yang Membawa Pajajaran Meraih Kejayaan
Senin, 26 September 2022 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kejadian ini, Prabu Siliwangi menjadi satu-satunya raja yang mendapat rekomendasi dari dua kerajaan, yakni Kerajaan Sunda dan Galuh. Dalam hal ini ia dinobatkan sebagai Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Atas hal ini, masyarakat Sunda sudah 149 tahun, kembali mampu menyaksikan proses iring-iringan rombongan raja berpindah dari timur ke barat.
Baca juga: Pria Misterius Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto Purworejo
Saat memerintah inilah Sri Baduga Maharaja memiliki gelar Prabu Siliwangi. Gelar ini berasal dua kata 'silih' dan 'wewangi', silih artinya pengganti, dan wewangi artinya harum atau wangi. Sehingga nama Prabu Siliwangi bisa dimaknai dengan Pengganti Prabu Wangi. Prabu Siliwangi merupakan seroang raja yang mampu memberikan harum pemerintahan Kerajaan Pajajaran.
Selain itu, Siliwangi juga raja yang mampu menjadikan rakyat makmur sentosa atas prestasi seorang raja. Keterangan ini sesuai dengan yang ditemukannya sebuah candi yang dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Bogor, Jawa Barat.
Di masyarakat Sunda, Sri Baduga Maharaja lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Penyebutan nama Prabu Siliwangi sudah tercatat dalam Kropak 630, sebagai lakon pantun. Naskah ini ditulis pada 1518 Masehi, saat Sri Baduga Maharaja masih memimpin Kerajaan Pajajaran.
Baca juga: Truk Tergelincir Masuk Jurang di Karangnini, Sopir Tewas
Namun ada versi lain yang menyebut, bahwa Prabu Siliwangi hanyalah gelar raja yang tak hanya diberikan kepada Sri Baduga Maharaja saja. Kakeknya Niskala Wastu Kancana yang sempat menjadi raja juga konon diberi gelar Prabu Siliwangi. Nama Siliwangi sendiri merupakan gelar seorang raja yang benar-benar memiliki pengaruh besar dalam memimpin masyarakat Sunda.
Dalam bukunya, Fery Taufiq El Jaquene juga menyebutkan, Kerajaan Pajajaran merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Sunda kala itu. Dua kerajaan yakni Kerajaan Sunda dan Galuh disatukan oleh Prabu Siliwangi.
Baca juga: Pria Misterius Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto Purworejo
Saat memerintah inilah Sri Baduga Maharaja memiliki gelar Prabu Siliwangi. Gelar ini berasal dua kata 'silih' dan 'wewangi', silih artinya pengganti, dan wewangi artinya harum atau wangi. Sehingga nama Prabu Siliwangi bisa dimaknai dengan Pengganti Prabu Wangi. Prabu Siliwangi merupakan seroang raja yang mampu memberikan harum pemerintahan Kerajaan Pajajaran.
Selain itu, Siliwangi juga raja yang mampu menjadikan rakyat makmur sentosa atas prestasi seorang raja. Keterangan ini sesuai dengan yang ditemukannya sebuah candi yang dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Bogor, Jawa Barat.
Di masyarakat Sunda, Sri Baduga Maharaja lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Penyebutan nama Prabu Siliwangi sudah tercatat dalam Kropak 630, sebagai lakon pantun. Naskah ini ditulis pada 1518 Masehi, saat Sri Baduga Maharaja masih memimpin Kerajaan Pajajaran.
Baca juga: Truk Tergelincir Masuk Jurang di Karangnini, Sopir Tewas
Namun ada versi lain yang menyebut, bahwa Prabu Siliwangi hanyalah gelar raja yang tak hanya diberikan kepada Sri Baduga Maharaja saja. Kakeknya Niskala Wastu Kancana yang sempat menjadi raja juga konon diberi gelar Prabu Siliwangi. Nama Siliwangi sendiri merupakan gelar seorang raja yang benar-benar memiliki pengaruh besar dalam memimpin masyarakat Sunda.
Dalam bukunya, Fery Taufiq El Jaquene juga menyebutkan, Kerajaan Pajajaran merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Sunda kala itu. Dua kerajaan yakni Kerajaan Sunda dan Galuh disatukan oleh Prabu Siliwangi.
Lihat Juga :