Kisah Prabu Siliwangi, Raja yang Membawa Pajajaran Meraih Kejayaan
Senin, 26 September 2022 - 06:00 WIB
loading...
Prabu Siliwango. Foto/Ilustrasi
A
A
A
Prabu Siliwangi, berdasarkan catatan sejarahnya, memerintah Kerajaan Pajajaran, pada tahun 1482-1521 Masehi. Selama di bawah kepemimpinan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran mampu berada di puncak kejayaannya.
Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan
Fery Taufiq El Jaquene, dalam bukunya "Hitam Putih Kerajaan Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran", menyebutkan, Prabu Siliwangi bernama lengkap Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja, merupakan putra Prabu Dewa Niskala, yang lahir pada tahun 1401 Masehi di Kawali, Ciamis, Jawa Barat.
Sri Baduga Maharaja mengawali kariernya saat memerintah sebagai raja pada 1482 Masehi. Di bawah naungan Sri Baduga Maharaja inilah, Kerajaan Pajajaran mengalami puncak perkembangan yang pesat.
Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik
Pada catatan carita puisi dan Prasasti Batutulis menyatakan, Sri Baduga Maharaja dinobatkan sebanyak dua kali menjadi raja. Pertama ketika Jayadewata mendapat mandat untuk memegang Kerajaan Galuh di Kawali, Ciamis dari sang ayah Prabu Dewa Niskala, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari permaisuri Mayangsari, putri Prabu Bunisora dengan gelar Dewataprana.
Kedua, Sri Baduga Maharaja menerima mandat Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor dari mertuanya bernama Prabu Susuktunggal, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari permaisuri Ratna Sarkati putri Resi Susuk Lampung.
Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan
Fery Taufiq El Jaquene, dalam bukunya "Hitam Putih Kerajaan Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran", menyebutkan, Prabu Siliwangi bernama lengkap Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja, merupakan putra Prabu Dewa Niskala, yang lahir pada tahun 1401 Masehi di Kawali, Ciamis, Jawa Barat.
Sri Baduga Maharaja mengawali kariernya saat memerintah sebagai raja pada 1482 Masehi. Di bawah naungan Sri Baduga Maharaja inilah, Kerajaan Pajajaran mengalami puncak perkembangan yang pesat.
Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik
Pada catatan carita puisi dan Prasasti Batutulis menyatakan, Sri Baduga Maharaja dinobatkan sebanyak dua kali menjadi raja. Pertama ketika Jayadewata mendapat mandat untuk memegang Kerajaan Galuh di Kawali, Ciamis dari sang ayah Prabu Dewa Niskala, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari permaisuri Mayangsari, putri Prabu Bunisora dengan gelar Dewataprana.
Kedua, Sri Baduga Maharaja menerima mandat Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor dari mertuanya bernama Prabu Susuktunggal, putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari permaisuri Ratna Sarkati putri Resi Susuk Lampung.
Lihat Juga :