Semburan Minyak Mentah Setinggi 10 Meter Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Jum'at, 16 September 2022 - 06:20 WIB
loading...
Semburan Minyak Mentah Setinggi 10 Meter Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin
Semburan minyak mentah setinggi 10 meter membuat heboh warga Musi Banyuasin. Akibatnya sekolah di sekitar lokasi diliburkan. Foto: SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
MUSI BANYUASIN - Semburan minyak mentah dari sumur minyak ilegal setinggi 10 meter membuat masyarakat di Kelurahan Keluang Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), heboh.

Akibat semburan tersebut, area sekitar menjadi penuh minyak mentah, bahkan sekolah SMA Negeri 2 Keluang terpaksa diliburkan karena area terkena percikan minyak.

Baca juga: Kejar-kejaran Diiringi Baku Tembak Terjadi antara Aparat dan Polisi Gadungan, 1 Tewas

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, semburan pertama terjadi, Selasa (13/9/2022) pagi. Namun peristiwa tersebut hanya berlangsung sebentar, dan menyembur lagi sekitar pukul 13.00 WIB hingga saat ini

"Sebelum minyak itu menyembur, sempat dibor dulu sedalam 160 meter. Kemudian saat bor dicabut dan memasang pipa, minyak langsung menyembur," ujarnya, Kamis (15/9/2022).



Dia menambahkan, ada empat titik pengeboran minyak mentah di sekitar lokasi. Namun yang paling besar terdapat di titik semburan.

"Masyarakat menyaring minyak yang tumpah, bahkan sudah mengalir ke sungai. Jadi diangkut oleh mereka menggunakan jeriken dan dijual kembali seharga Rp50 per jeriken," terangnya.

Baca juga: Sempat Tak Lolos Cakades gara-gara Ijazah Kejar Paket, Sulaini Lega Jadi Peserta Pilkades

Akibat dari semburan minyak ini, anak sungai yang berada tak jauh dari lokasi tercemar limbah. Warga pun ragu menggunakan air sungai.

Sementara itu, Camat Keluang, Debby Haryanto membenarkan jika ada semburan minyak di wilayahnya. Pihaknya juga sudah meninjau lokasi semburan minyak dan memastikan agar warga aman.

"Kita sudah imbau warga untuk tidak mendekati lokasi semburan terlebih dahulu sebelum ada tindak lanjut dari yang berwenang. Karena kemungkinan akan berbahaya dan juga bisa memicu kebakaran," pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1821 seconds (11.252#12.26)