Kisah Humor Gus Dur, Beli Kepiting di Mesir Diambilkan Catut

Kamis, 01 September 2022 - 10:13 WIB
loading...
Kisah Humor Gus Dur, Beli Kepiting di Mesir Diambilkan Catut
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu kaya akan humor segar. Foto/Dok.
A A A
Presiden ke empat Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, selalu menghadirkan humor segar dalam setiap suasana. Bahan guyonan Gus Dur bisa datang dari mana saja, dan itu selalu membikin setiap pendengarnya tertawa.

Baca juga: Kenang Pemakzulan Gus Dur 21 Tahun Lalu, Khofifah: Beliau Cinta Damai Lahir Batin

Saat Gus Dur masih mahasiswa di Mesir. Suatu hari di sela bersantap bersama di mess mahasiswa, Gus Dur nyeletuk soal kepiting dan catut. "Di sini (maksudnya di Mesir), yang namanya kepiting itu ternyata catut (tang)," celetuk Gus Dur serius seperti dikutip dari buku Presiden Dur Yang Gus Itu.



Gus Dur kuliah di Mesir antara tahun 1962-1967. Karena tahu materi kuliah yang diajarkan sama dengan materi yang sudah dipelajari di pesantren, Gus Dur kemudian pindah kuliah di fakultas sastra Baghdad, Irak.

Baca juga: Fakta-fakta Istri Polisi Digerebek saat Disetubuhi Selingkuhan di Kamar Hotel Bintang 4

Mendengar celetukan Gus Dur, para mahasiswa asal Indonesia sontak heran. Di benak mereka kepiting dan catut atau tang, jelas beda. Kepiting adalah binatang berkaki sepuluh yang hidup di laut, terutama di kawasan pantai

Kepiting berpunggung keras dengan warna hijau kehitaman, memiliki supit tajam, dan biasa dihidangkan sebagai sea food. Sedangkan catut atau tang merupakan alat penjepit atau pencabut paku, yang biasa dipakai para tukang bangunan.

Namun Gus Dur tetap ngotot bahwa kepiting dan catut itu sama. Gus Dur membeberkan asal-usulnya. Awal berada di Mesir, ia iseng-iseng pergi ke pasar untuk mencari kepiting. Saat itu dirinya belum tahu bahasa Arabnya kepiting.

Baca juga: Keterlaluan! ASN di Pekalongan Timbun BBM Bersubsidi, Polisi Temukan Ratusan Liter Solar

Di depan pedagang pasar, Gus Dur hanya bisa memperagakan kepiting dengan bahasa isyarat. Pedagang menyimak sembari kepala terangguk-angguk. Tak berselang lama, pedagang itu berjalan ke belakang, yang katanya hendak mengambilkan apa yang diminta Gus Dur.

Begitu pedagang kembali, Gus Dur terkaget campur geli. Di tangan pedagang tersebut tidak tertenteng kepiting, melainkan sebuah catut atau tang. "Lha, siapa yang mau makan catut?!," seloroh Gus Dur.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2492 seconds (11.97#12.26)