Keterlaluan! ASN di Pekalongan Timbun BBM Bersubsidi, Polisi Temukan Ratusan Liter Solar

Kamis, 01 September 2022 - 07:50 WIB
loading...
Keterlaluan! ASN di Pekalongan Timbun BBM Bersubsidi, Polisi Temukan Ratusan Liter Solar
Oknum ASN di Kota Pekalongan, tertangkap basah menimbun BBM bersubsidi. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A A A
PEKALONGAN - Ulah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pekalongan, sungguh memalukan. Hanya untuk mencari keuntungan sendiri, ASN tersebut nekat menimbun BBM bersubsidi, menjelang kenaikan harga BBM.

Baca juga: Pendaftar MyPertamina Tembus 1 Juta, Sinyal Pembatasan BBM Pertalite Akan Dimulai?

Polisi bergerak cepat, dan berhasil penangkan oknum ASN itu di rumahnya, pada Rabu (31/8/2022) malam. Dari tangan oknmun ASN itu, polisi berhasil menyita ratusan liter BBM bersubsidi jenis solar yang ditimbun di dalam rumah.



Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Masdar Tohari menjelaskan, penangkapan oknum ASN penimbun BBM bersubsidi ini berawal dari tindakan pelaku yang mencurigakan.

Baca juga: Fakta-fakta Istri Polisi Digerebek saat Disetubuhi Selingkuhan di Kamar Hotel Bintang 4

"Kami mendapati sebuah kendaraan bak terbuka yang mencurigakan, karena berulangkali mengisi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU yang sama. Setelah kami ikuti dan geledah rumahnya, akhirnya ditemukan ratusan liter solar bersubsidi," tutur Ahmad.

BBM bersubsidi tersebut, ditemukan ditimbun di dalam rumah. Solar bersubsidi itu telah dipindahkan dari tangki mobil bak terbuka ke dalam sejumlah jirigen. Ahmad menyebut, dari pengakuan tersangka, penimbunan BBM bersubsidi ini dilakukan sejak Selasa (30/8/2022) untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM.

Baca juga: Jenderal Dudung Pimpin Revitalisasi Cagar Budaya Makam Auliya'

"Dari pengakuan tersangka, diketahui tersangka sengaja menimbun BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan usahanya. Kebetulan oknum ASN ini memiliki usaha persewaan sound sistem," tegas Ahmad.

Tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota, terkait penimbunan BBM bersubsidi. Tersangka dijerat Pasal 55 UU No. 22/2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3892 seconds (11.210#12.26)