Kronologi Suporter PSS Sleman Tewas Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Minggu, 28 Agustus 2022 - 19:36 WIB
loading...
Kronologi Suporter PSS...
Suporter PSS Sleman, Aditiya Eka Putranda tewas dianiaya orang tidak dikenal usai menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. Foto/Instagram @psssleman
A A A
SLEMAN - Suporter PSS Sleman berduka. Suporter bernama Aditya Eka Putranda (18) tewas dianiaya orang tidak dikenal usai menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman vs Persebaya Surabaya, Minggu (28/8/2022) dini hari.

Akun Instagram resmi PSS Sleman @psssleman mengunggah kabar duka tersebut. "Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un. Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka atas berpulangnya saudara kita, Aditiya Eka Putranda. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."

Insiden itu terjadi di palang pintu kereta api Dusun Mejing Kidul Kalurauan Ambarketawang Kapanewon Gamping Sleman.

Baca juga: Sleman Berduka! Suporter PSS Tewas Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Diketahui, dalam insiden itu terdapat tiga orang yaitu korban meninggal Aditya Exa Putrande (18) warga Modinan RT 12/22 Banyuraden Gamping Sleman dan Ardiansyah Bagus Setiawan (18) serta Gandung (16) yang merupakan teman satu kampung.

Ardiansyah mengalami luka sayatan senjata tajam sementara Gandung mengalami luka pukulan benda tumpul di wajah dan badan.



Kronologi kejadian ketika pukul 00.15 WIB, korban bersama rombongan dari arah barat dan berhenti di palang pintu kereta api Dusun Mejing Kidul Kalurahan Ambarketawang Kapanewon Gamping, Sieman yang tertutup.

Saat itu mereka melihat ada segerombolan orang yang nongkrong di tempat cucian mobil. Kemudian tiba-tiba rombongan tersebut berteriak dan langsung berlari menuju ke rombongan korban dan langsung melakukan penganiayaan.

Baca juga: Tungku Oven Meledak, Gudang dan Bahan Triplek Senilai Rp300 Juta Ludes Terbakar

Kelompok penyerang menggunakan senjata tajam dan potongan besi menyerang tiga orang korban yang berada di belakang.

Beberapa rekan korban berusaha menghentikan pelaku yang selanjutnya pada saat pintu palang kereta mulai terbuka dan kemudian mereka berusaha melarikan diri ke arah timur.

Namun, korban atas nama Aditya masih dikeroyok di lokasi rel kereta dan dua rekannya berhasil menarik-narik korban.

Kemudian palang pintu tertutup kembali dan para pelaku berjalan ke arah barat palang pintu kereta dengan meninggalkan korban Aditiya tergeletak di tengah rel yang langsung ditarik oleh rekannya ke sisi utara palang pintu kereta.

Setelah korban dan pelaku terpisah kemudian rekan-rekannya membawa ketiga korban ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk dilakukan pertolongan.

Baca juga: Sadis! Pria di OKI Ngamuk Aniaya Istri, Ibu Mertua dan Adik Ipar

Kapolres Sleman AKBP Ahmad Rifai menuturkan membenarkan peristiwa tersebut. Penganiayaan tersebut terjadi korban Aditya baru saja selesai menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo Sleman.

“Korban kabarnya bersama rekannya pulang ke rumahnya di Banyuraden Gamping. Sampai di palang pintu diserang kelompok tak dikenal," terangnya.

Korban atas nama Aditya sempat dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Meski sudah mendapatkan perawatan intensif korban meninggal dunia akibat luka yang dideritanya cukup parah.

Pihaknya masih mendalami kasus penganiayaan tersebut. “Polisi juga sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang dan kini masih dalam pemeriksaan secara intensif kepada mereka,” pungkasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Terungkap, Kehadiran...
Terungkap, Kehadiran Ranny Fahd di Polda Metro Jaya Bukan sebagai Anggota DPR
Sikapi Dugaan Pengeroyokan...
Sikapi Dugaan Pengeroyokan Fahd El Fouz A Rafiq di Polda Metro, Bapera: Tidak Benar
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan...
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan Pelanggaran Pilkada Semestinya Diproses melalui Bawaslu
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Berita Terkini
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved