Ngeri! 2 Ekor Sanca Kembang Berkeliaran di Permukiman Warga Diamankan Petugas Damkar

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 15:23 WIB
loading...
Ngeri! 2 Ekor Sanca Kembang Berkeliaran di Permukiman Warga Diamankan Petugas Damkar
Petugas Damkar KBB berhasil mengevakuasi ular sanca kembang yang bersembunyi di rumah warga dan salah satu SPBU di Jalan Raya Gadobangkong. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berhasil mengamankan dua ekor ular sanca kembang. Masing-masing panjangnya sekitar 2,5 meter dan 3 meter yang ditangkap dari permukiman warga dan lingkungan SPBU.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Meidi menyebutkan, ular sanca kembang yang panjangnya 2,5 meter ditangkap bersembunyi di dapur rumah warga di daerah Sariwangi, Parongpong. Baca juga: Ngeri! Ular King Kobra Sepanjang 3 Meter Masuk Kamar Warga di Bogor



Sementara ular sanca kembang berukuran 3 meter diamankan di belakang SPBU Jalan Raya Gadobangkong. "Kedua ular itu kami amankan karena khawatir menyerang warga, dan kini sudah kami simpan di kantor Damka r," kata Meidi, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, dua tangkapan ular itu hanya sebagian kecil dari upaya yang telah dilakukan para personelnya selain memadamkan api. Sebab petugas Damkar saat ini pihaknya dituntut tidak hanya bertugas saat terjadi kebakaran, tapi juga mengatasi persoalan lainnya, seperti penanganan longsor, menangkap binatang buas, melepas cincin yang terjebak di jari, menangkap burung lepas, dan masih banyak lagi.

"Personel kami juga pernah dapat laporan burung peliaraan lepas, yakni nuri bayan dan burung hantu piaraan," terangnya. Baca juga: Belasan Rumah Warga di Pangkalan Bun Ludes Terbakar, 3 Petugas Pemadam Pingsan

Untuk menangkap kedua burung itu diperlukan teknik khusus agar berhasil ditangkap. Selain menangkap burung lepas, sepanjang tahun ini petugas damkar KBB berhasil menangkap 20 ekor ular, lebih dari 50 sarang tawon, kuskus, biyawak kecil, dan iguana.

Proses penangkapan binatang itu risikonya cukup tinggi, sehingga sempat ada anggotanya pernah ada yang digigit dan mengalami luka. Sedangkan untuk penanganan lainnya, seperti melepaskan cincin di jari, evakuasi kucing kecebur sumur, dan warga yang terperosok ke sungai.

"Sekarang ini kami harus siap menghadapi berbagai laporan dari masyarakat. Untuk hewan ular sanca kembang kita pelihara sebagai latihan para personel," pungkasnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1601 seconds (10.101#12.26)