Berawal dari Sweeping, Anggota TNI dan Brimob Bentrok di Jayawijaya 4 Orang Luka

Senin, 22 Agustus 2022 - 21:35 WIB
loading...
Berawal dari Sweeping, Anggota TNI dan Brimob Bentrok di Jayawijaya 4 Orang Luka
Puluhan anggota TNI keluar markas Kodim 1702/Jayawijaya. Foto: Istimewa/Tangkapan layar
A A A
JAYAWIJAYA - Satgas BKO Brimob terlibat bentrok dengan tentara Kodim 1702/Jayawijaya, pada Sabtu 20 Agustus 2022. Dua orang anggota Brimob dan dua tentara dilaporkan terluka dalam peristiwa ini.

Dilansir dari Instagram @infokomando.official, keributan dipicu adanya kesalahpahaman antara Satgas BKO Brimob dengan anggota Kodim 1702/Jayawijaya.

"Saat itu sekitar pukul 22.15 WIT, di Tugu Salib, anggota Brimob yang sedang sweeping terlibat keributan dengan orang tak dikenal (OTK). Tidak lama kemudian sekitar pukul 22.20 WIT melintas anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya atas nama Sertu Donny dan Pratu Hiron Paragai di TKP," tulisnya, dikutip Senin (22/8/2022).

Baca juga: Panglima TNI Perintahkan Puspom Usut Dugaan Pidana Bentrok Kopassus-Brimob di Papua

Anggota Brimob yang mencurigai Sertu Donny mengambil gambar, kemudian melakukan penghadangan dan memukul Sertu Donny. Tidak hanya itu, anggota Brimob juga memukul Pratu Hiron Paragai dari belakang tepat dibagian kepala hingga terjatuh, lalu dipopor kembali dibagian dagu.

"Karena terpojok, Sertu Donny kemudian menghubungi rekan-rekannya di Makodim menggunakan HT," jelasnya.

Sekitar Pukul 22.25 WIT, anggota TNI yang sudah berkumpul di Makodim, mendatangi Pos Satgas BKO Brimob, di Jalan Yos Sudarso, sehingga terjadilah bentrok antara Satgas BKO Brimob dengan tentara Kodim 1702/Jayawijaya.

Baca: Buntut Bentrok dengan Brimob, Kantor Desa Labolewa Disegel Warga

Tampak dalam video amatir yang diunggah warga, puluhan anggota TNI keluar markas Kodim 1702/Jayawijaya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, akibat bentrok itu dua anggota TNI dan dua anggota Brimob terluka. Terdiri dari Sertu Donny Suprianto, Pratu Hiron Paragai, Bripda Abdi Erari, dan Bripda Fatur Setiawan.

Dari empat korban luka, Pratu Hiron Paragai yang lukanya paling parah. Dia menderita memar di wajah, mulut robek, dan kepala bagian belakang robek akibat dipopor senjata. Sedang tiga korban lainnya hanya luka memar di wajah.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1103 seconds (10.177#12.26)