alexametrics

120 Peserta Ikut E-Learning Teknis Budidaya Tanaman Hidroponik Berbasis SKKNI

loading...
120 Peserta Ikut E-Learning Teknis Budidaya Tanaman Hidroponik Berbasis SKKNI
Pelatihan daring Teknis Budidaya Tanaman Hidroponik Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang digelar BBPP Lembang pekan lalu dan diikuti 120 peserta. Foto/Dok.Humas BBPP Lembang
A+ A-
BANDUNG - Teknologi hidroponik bisa menjadi salah satu alternatif pengelolaan pertanian dalam menyediakan bahan pangan secara individu atau kelompok.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, pekarangan bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran dengan penerapan teknologi pertanian sehingga hasilnya bisa dikonsumsi atau dijual. (BACA JUGA:Berhasil Terapkan P2L, KWT Binama Pasok Sayuran ke Pasar Modern)

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, pemanfaatan pekarangan dengan budidaya tanaman melalui teknologi hidroponik adalah solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan. (BACA JUGA:Ridwan Kamil: Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia)



Itu bisa diterapkan di era new normal untuk mengisi aktivitas agar pekarangan lebih bermanfaat dan produktif. Optimalisasi pemanfaatan lahan melalui teknologi hidroponik perlu ditunjang pengetahuan agar hasil optimal. (BACA JUGA:Lahan Terbatas, Petani Teh di Purwakarta Tingkatkan Produksi dan Kualitas)

"Umumnya tanaman yang dibudidayakan berumur pendek, sehingga perlu ada prinsip berkesinambungan. Yaitu, penanaman dapat dilakukan terus menerus tanpa mengenal musim dan diversifikasi jenis tanaman," kata Dedi, Selasa (30/6/2020). (BACA JUGA:Pelatihan Bertani on Cloud, Manfaatkan Pekarangan Jadi Lebih Produktif)

Dedi mengemukakan, karena itu, perlu pelatihan bernilai tambah dan manfaat, tidak hanya bagi petani tapi juga masyarakat luas melalui penerapan metode pertanian modern teknologi hidroponik.

Teknologi alternatif ini, ujar dia, dapat menjadi solusi budidaya tanaman pada lahan sempit dan terbatas yang banyak dijumpai di perkotaan. Seperti menanam komoditas hortikultura khususnya sayuran yang dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berkaca dari hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan e-Learning Teknis Budidaya Tanaman Hidroponik Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang relevan dengan hidroponik, serta melalui media pembelajaran dengan teknologi informasi secara virtual/video conference zoom cloud meeting.

Pelatihan yang digelar dari 25–27 Juni 2020 diikuti 120 peserta dengan latar belakang pelaku hidroponik yang berpengalaman lebih dari setahun.

Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur BBPP Lembang Dudung Mahpudin yang membuka kegiatan itu, menyebutkan tujuan pelatihan untuk membangun kreativitas petani atau masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penerapan teknologi pertanian terpadu.

Peserta memperoleh lima materi inti berbasis SKKNI yang meliputi keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, memasang sistem hidroponik, membuat nutrisi hidroponik, menyemai benih hidroponik, dan menanam bahan tanam. Peserta yang lulus pelatihan mendapatkan sertifikat yang bisa diajukan untuk uji kompetensi sertifikasi hidroponik.

“Saya bangga bisa ikuti pelatihan hidroponik online karena sebagai pelaku hidroponik butuh ilmu soal perkembangan hidroponik yang bisa dipraktikkan," kata Utik, salah seorang peserta.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak