Sukacita Warga Sumba Timur dan Jurnalis Bertani di Tengah Pandemi COVID-19
Selasa, 30 Juni 2020 - 07:03 WIB
loading...
Warga Desa Mbatakapidu, Sumba Timur, NTT diberikan pelatihan dan pendampingan untuk bertani sayuran organik pada lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Foto iNews TV/Dion
A
A
A
WAINGAPU - Pandemi COVID-19 hingga kini belumlah berakhir, realita itu tak bisa dipungkiri membawa dampak bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Begitupun halnya di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur – NTT. Kendati demikian, lebih dari sebulan terakhir, sekelompok jurnalis yang sehari – hari bertugas di kabupaten terbesar di Pulau Sumba itu, terus memberikan motivasi kepada sekelompok warga Tanambi, Desa Mbatakapidu untuk tetap optimistis ditengah pandemi. Warga diberikan pelatihan dan pendampingan untuk bertani sayuran organik pada lahan atau kebun di Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Kalau dari persiapan lahan hingga saat ini yaa bisa lebih dari sebulan. Kami bahagia sekali bisa membagikan semangat kepada warga di sini untuk tetap semnagat di tengah pandemi. Mereka mau bersama kami menanami lahan yang sebelumnya terlantar ini dengan aneka sayuran organik. Dan syukur hari ini kami bisa sama – sam mereka panen dan hasilnya langsung dibeli oleh salah satu warga Singapura,” jelas Junus Imanuel Hauteas, jurnalis salah satu koran harian regional di NTT, Senin (30/6/2020).
Junus menjelaskan, inisiator dari kegiatan bertani organik di lokasi ini adalah Heinrich Dengi. Namun demikian, tentu niat mulia itu tidak akan jadi realita jika tidak disambut warga setempat dengan tangan terbuka. (Baca: Mobil Alphard Via Vallen Diduga Dibakar Orang)
“Bung Heinrich Dengi yang awalnya mengajak saya dan kawan – kawan wartawan lainnya untuk sama – sama bertanam sayur organik dan memotifasi warga di sini. Jadi kebun ini kolaborasi antara warga disini, Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu dan jurnalis,” imbuh Junus.
Heinrich Dengi, yang juga seorang jurnalis itu kepada media ini menuturkan, budidaya sayuran organik di tempat ini, menggunakan peralatan non BBM untuk mengangkat air dari sungai ke kebun yang berada di atas atau berposisi lebih tinggi.
“Kalau dari persiapan lahan hingga saat ini yaa bisa lebih dari sebulan. Kami bahagia sekali bisa membagikan semangat kepada warga di sini untuk tetap semnagat di tengah pandemi. Mereka mau bersama kami menanami lahan yang sebelumnya terlantar ini dengan aneka sayuran organik. Dan syukur hari ini kami bisa sama – sam mereka panen dan hasilnya langsung dibeli oleh salah satu warga Singapura,” jelas Junus Imanuel Hauteas, jurnalis salah satu koran harian regional di NTT, Senin (30/6/2020).
Junus menjelaskan, inisiator dari kegiatan bertani organik di lokasi ini adalah Heinrich Dengi. Namun demikian, tentu niat mulia itu tidak akan jadi realita jika tidak disambut warga setempat dengan tangan terbuka. (Baca: Mobil Alphard Via Vallen Diduga Dibakar Orang)
“Bung Heinrich Dengi yang awalnya mengajak saya dan kawan – kawan wartawan lainnya untuk sama – sama bertanam sayur organik dan memotifasi warga di sini. Jadi kebun ini kolaborasi antara warga disini, Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu dan jurnalis,” imbuh Junus.
Heinrich Dengi, yang juga seorang jurnalis itu kepada media ini menuturkan, budidaya sayuran organik di tempat ini, menggunakan peralatan non BBM untuk mengangkat air dari sungai ke kebun yang berada di atas atau berposisi lebih tinggi.
Lihat Juga :