Sosiologi Unhas Petakan Peluang dan Tantangan Kereta Api di Sulsel

Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:12 WIB
loading...
Sosiologi Unhas Petakan...
Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar forum group discussion (FGD) yang dihadiri sejumlah pakar dan akademisi di Hotel Claro, Makassar, Kamis (11/8/2022). Foto/SINDOnews/Maman Sukirman
A A A
MAKASSAR - Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin mencoba memetakan peluang dan tantangan hadirnya moda transportasi kereta api di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemetaan itu dilakukan dalam sebuah forum group discussion (FGD) yang dihadiri sejumlah pakar dan akademisi di Hotel Claro, Kamis (11/8/2022).

Kepala Departemen Sosiologi FISIP Unhas , Hasbi, menuturkan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian program Departemen Sosiologi dalam rangka mengkaji isu publik dengan menggunakan perspektif interkoneksi keilmuan.

Baca Juga: Kereta Api Makassar-Parepare Harus Tuntas Sebelum Tahun 2024

Hal itu bertujuan untuk pemetaan masalah dan memberikan input terhadap Program Strategi Nasional (PSN) dalam hal ini moda transportasi Kereta Api di Sulawesi Selatan.

"Sehingga pada akhirnya diperoleh perumusan dan rekomendasi yang akan bermanfaat bagi kepentingan bersama," kata dia.

Guru Besar Sosiologi FISIP Unhas , Tahir Kasnawi, mengungkapkan akan selalu ada dampak positif dan negatif dari setiap pembangunan. Termasuk dari munculnya moda transportasi kereta api ini yang dinilai dapat mengubah perilaku sosial masyarakat.

Ditinjau dari aspek sosiologis, kata dia, transportasi pribadi yang mayoritas digunakan oleh masyarakat saat ini justru menjadi suatu kondisi yang memperkuat individualisme. Sehingga tak jarang terjadi konflik di jalanan.

"Secara tidak kita sadari, itu memperkuat individualistik. Dengan kereta api , hal itu bisa dikurangi karena ada semangat bersama yang hadir, karena berada dalam satu transportasi bersama," tuturnya.

Selain itu, kehadiran kereta api akan memberi peluang berubahnya kebiasaan masyarakat yang cenderung tidak tepat waktu, menjadi lebih disiplin. Sebab transportasi kereta api memiliki jadwal yang lebih teratur untuk setiap keberangkatannya.

Keuntungan lainnya adalah kapasitas penumpang yang lebih besar, keamanan relatif lebih baik, dan tarif yang lebih rendah.

Di samping itu semua, lanjut dia, tak bisa dipungkiri jika ada tantangan yang juga harus di hadapi. Apalagi, kereta api Makassar-Parepare ini adalah moda transportasi pertama yang hadir di luar Pulau Jawa dan Sumatera.

"Potensi yang mungkin berdampak negatif itu adanya persaingan dengan moda transportasi lain. Akan ada yang merasa tersaingi karena merasa penumpangnya diambil," tuturnya.

Selain itu, dampak lingkungan juga tak bisa diabaikan. Meski proses pembangunan sudah melalui tahapan kelayakan lingkungan, tapi tetap saja ada dampak lingkungan hidup yang timbul. Seperti yang terjadi di Kabupaten Barru.

"Ketika musim hujan, di sepanjang jalur yang sudah terbangun di Barru itu kebanjiran. Bahkan proyek ini dianggap bendungan yang panjang karena desa di sekitar proyek pembangunan terendam," jelasnya.

Mengamati perdebatan terkait konstruksi rel kereta api Makassar-Parepare Segmen E yang belakangan terus jadi buah bibir, Sekretaris Departemen Sosiologi, Ramli, berharap agar pemerintah tetap mengedepankan kepentingan umum. Jangan sampai, urusan transportasi publik pun ditarik ke ranah kepentingan tertentu.

"Ada kebutuhan yang sama agar jalur kereta api segera selesai, termasuk di dalamnya bagaimana supaya masyarakat bisa menikmati transportasi itu sesegera mungkin," tuturnya.

Menurut dia, memang ada banyak pilihan konstruksi yang bisa digunakan, termasuk konstruksi rel di atas tanah (at grade) ataupun melayang (elevated). Hanya saja, tentu ada beragam pertimbangan untuk memilih salah satunya.

"Ekonom mengatakan bahwa keterbatasan fiskal itu juga jadi suatu masalah sendiri yang dihadapi. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan yang lebih efisien, tidak membutuhkan anggaran besar, mungkin itu bisa jadi pertimbangan juga," urainya.

"Katakanlah, ada pilihan yang lebih baik, tapi kan kita harus memilih yang lebih memungkinkan untuk dilaksanakan segera," imbuh dia.

Lebih jauh, dia meminta agar pemerintah jangan hanya fokus dalam penyediaan sarana dan prasarana. Melainkan juga menyiapkan aspek sosiologisnya sebab setiap perubahan teknologi membutuhkan perubahan sosial budaya, termasuk perilaku sehari-hari.

Baca Juga: Duh! Fasum Pemkot Makassar Terdampak Lahan Kereta Api

Menurutnya, penyiapan sosial penting untuk membangun budaya baru di dalam era seperti sekarang, yang sudah membuat transportasi publik menjadi suatu keniscayaan.

"Ada banyak hal yang kita butuh adaptasi soal itu. Misal, sudah keharusan orang modern itu untuk disiplin, oleh karenanya, kita harus membangun budaya seperti itu, dan kereta api itu punya jadwal sendiri dan itu tidak kompatibel dengan orang-orang yang masih membawa budaya lama yang tidak disiplin waktu," tegas Ramli.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Dewan Pembina...
Anggota Dewan Pembina Asprindo Jamaluddin Jompa Kembali Terpilih Jadi Rektor Unhas
Tembus Sungai dan Perbukitan,...
Tembus Sungai dan Perbukitan, Tim Medis Unhas Jangkau Wilayah Terisolasi di Aceh Tengah
Prof Jamaluddin Jompa...
Prof Jamaluddin Jompa Menang Pilrek Unhas, Alumni Siap Kawal hingga MWA
Mahasiswa Unhas Raih...
Mahasiswa Unhas Raih Beasiswa Kelapa, Jerry: Pertanian Senjata Rahasia Indonesia
Makassar Kini Punya...
Makassar Kini Punya Pusat Layanan Kesehatan Mutakhir di RS Unhas
Lagi, Satu Mahasiswi...
Lagi, Satu Mahasiswi Unhas yang Hilang Terseret Arus Sungai Ditemukan Tewas
Vonis Mulyatsyah terkait...
Vonis Mulyatsyah terkait Kasus Chromebook, Dekan Unhas: Bukti Pemidanaan Sudah Benar
Unhas Juara Umum Pimnas...
Unhas Juara Umum Pimnas 2025, Ini Top 10 Kampus Pemenangnya
Kisah Dinianti, Lolos...
Kisah Dinianti, Lolos KIP Kuliah dan Kini Kuliah di Kedokteran Hewan Unhas
Rekomendasi
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved