Kisah Sunan Bonang Dihadang Buta Locaya saat Mengislamkan Kediri

Kamis, 11 Agustus 2022 - 05:55 WIB
loading...
Kisah Sunan Bonang Dihadang Buta Locaya saat Mengislamkan Kediri
Sunan Bonang. Foto/Ist.
A A A
Kediri, yang dipandang sebagai kawasan pedalaman di masa Kesultanan Demak (1481-1554), dipilih oleh Sunan Bonang sebagai wilayah dakwah Islam pertamanya di luar kawasan pesisir utara.

Baca juga: Kisah Misteri 3 Makam Sunang Bonang, Penyebar Islam di Tanah Jawa yang Sakti Mandraguna

Dibanding Tuban dan sekitarnya (utara), masuknya agama Islam di Kediri lebih belakangan. Di masa itu, sebagian besar masyarakat Kediri masih memegang erat agama Budha, yakni agama Budha, Hindu Syiwa, dan sehimpunan agama purba peninggalan leluhur.



Di Kediri, ajaran Bhairawa Tantra atau Tantrayana masih memiliki banyak pengikut. "Ketika Jawa bergeser ke Islam pada dekade akhir abad 1400-an, Kediri dan sekitarnya tetap menjadi pangkalan keyakinan Buda," tulis George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa.

Baca juga: Misterius! Rumah Terkunci Rapat, Keluarga Tak Tahu Keberadaan Orang Tua Bharada E

Sunan Bonang yang terlahir di Tuban dengan nama Mahdum Ibrahim, merupakan putra Sunan Ampel. Ibunya, Nyai Ageng Manila adalah putri Arya Teja, Bupati Tuban. Babad Risaking Majapahit dan Babad Cirebon menyebut Sunan Bonang memiliki adik bernama Raden Qosim atau Sunan Drajat yang juga salah satu dari Walisongo.

Kedatangan Sunan Bonang bersama dua santrinya di Kediri dicegat oleh Buta Locaya, yakni danyang rakyat Kediri. Syahdan, Buta Locaya dulunya adalah patih Raja Jayabaya yang kemudian menjelma menjadi roh penjaga (danyang). Begitu juga dengan patih Tunggul Wulung.

Saat wafat, Jayabaya dikisahkan telah mengutus Buta Locaya, dan Tunggul Wulung, untuk melindungi dan memelihara rakyatnya. Buta Locaya ditugasi menjaga kawasan sawah dan sungai. Sedangkan Tunggul Wulung dipasrahi wilayah Gunung Kelud.

Sunan Bonang sudah mendengar seperti apa Kediri, termasuk cerita-cerita sebagai kawasan tua dan angker. Karena merasa haus, perjalanan yang berada tidak jauh dari Sungai Brantas, dihentikan sejenak. Sunan Bonang menyuruh santrinya mencari air minum.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1972 seconds (11.210#12.26)