Heboh Pengobatan Gus Samsudin Jadab, Ini Kata MUI Jawa Timur

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 11:23 WIB
loading...
Heboh Pengobatan Gus Samsudin Jadab, Ini Kata MUI Jawa Timur
Padepokan Samsudin. Foto: Istimewa
A A A
SURABAYA - Ratusan warga Blitar, berunjuk rasa menuntut penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin Jadab alias Gus Samsudin ditutup. Massa menganggap Gus Samsudin melakukan penipuan bermodus pengobatan.

Kekecewaan warga ini merupakan imbas dari keributan beberapa hari sebelumnya saat pesulap merah Marcel Radhival mendatangi Padepokan Samsudin.

Kedatangan Marcel untuk meminta Samsudin membuktikan kesaktian spiritual yang selama ini dilakukan dalam pengobatannya.

Baca juga: Perseteruan Gus Samsudin vs Pesulap Merah Berlanjut ke Ranah Hukum

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim), H Solihin pun angkat bicara terkait pengobatan alternatif atau pengguna jasa dukun. Menurutnya, pengobatan memiliki sejumlah aspek.

"Ketika melakukan pengobatan, caranya apakah menggunakan media yang diharamkan atau tidak. Kalau melanggar syariat, misal memanggil jin, tentunya tidak boleh karena ada unsur syirik," katanya, Jumat (5/8/2022).

Setelah itu, pengguna jasa pengobatan ini harus tahu, apakah obat yang dipakai penyembuhan halal atau haram. Lalu, dalam praktiknya apakah dengan cara-cara yang melanggar kesusilaan atau tidak.

Baca: Viral Adu Sakti Pesulap Merah dan Gus Samsudin, Warga: Kami Tak Percaya

Jika melanggar kesusilaan bisa disebut haram. "Obatnya juga harus tahu, dari mana dulu, yang halal atau haram," terangnya.

Dia menyebut, jika pengobatan itu menggunakan unsur sihir atau bahkan penipuan, maka pengobatan itu tidak dianjurkan atau haram.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0969 seconds (10.55#12.26)