Kasus Kebakaran di Maros Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 19:09 WIB
loading...
Selama kurun waktu periode Januari hingga Juli 2022, instansi terkait merilis telah terjadi 32 peristiwa kebakaran di Kabupaten Maros. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MAROS - Seringnya terjadi kebakaran beberapa hari terakhir ini, membuat Satuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kabupaten Maros meminta warga untuk lebih memperhatikan beberapa hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran.
Selama kurun waktu periode Januari hingga Juli 2022, instansi terkait merilis telah terjadi 32 peristiwa kebakaran di Kabupaten Maros.
Baca Juga: Pakai Pertalite, Damkar Maros Lumpuhkan Kawanan Tawon di Lingkungan SD
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri, mengatakan dari 32 peristiwa kebakaran tersebut didominasi di pemukiman penduduk. Jufri merincikan dari 32 peristiwa kebakaran tersebut didominasi bangunan penduduk sebanyak 29 kasus, 9 kasus bangunan industri, dan lainnya 3 kasus.
"Sementara untuk korban dalam peristiwa kebakaran sepanjang 2022 ada satu orang. Itu terjadi pada kebakaran di bulan Juni yang terjadi di Kecamatan Bantimurung," katanya kepada awak media (2/8/2022).
Dia menjelaskan beberapa faktor penyebab kebakaran ini beragam. Mulai dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting listrik, kompor, hingga pembakaran sampah. "Tapi rata-rata penyebabnya adalah karena arus pendek listrik. Tercatat sebanyak 17 kasus di antaranya terjadi akibat korsleting listrik,“ ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada warga masyarakat lebih memperhatikan jaringan listrik yang banyak menyebabkan kasus kebakaran di Buttasalewangang itu.
Selama kurun waktu periode Januari hingga Juli 2022, instansi terkait merilis telah terjadi 32 peristiwa kebakaran di Kabupaten Maros.
Baca Juga: Pakai Pertalite, Damkar Maros Lumpuhkan Kawanan Tawon di Lingkungan SD
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri, mengatakan dari 32 peristiwa kebakaran tersebut didominasi di pemukiman penduduk. Jufri merincikan dari 32 peristiwa kebakaran tersebut didominasi bangunan penduduk sebanyak 29 kasus, 9 kasus bangunan industri, dan lainnya 3 kasus.
"Sementara untuk korban dalam peristiwa kebakaran sepanjang 2022 ada satu orang. Itu terjadi pada kebakaran di bulan Juni yang terjadi di Kecamatan Bantimurung," katanya kepada awak media (2/8/2022).
Dia menjelaskan beberapa faktor penyebab kebakaran ini beragam. Mulai dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting listrik, kompor, hingga pembakaran sampah. "Tapi rata-rata penyebabnya adalah karena arus pendek listrik. Tercatat sebanyak 17 kasus di antaranya terjadi akibat korsleting listrik,“ ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada warga masyarakat lebih memperhatikan jaringan listrik yang banyak menyebabkan kasus kebakaran di Buttasalewangang itu.
Lihat Juga :