Vaksinasi Booster Kedua Sasar 58 Ribu Tenaga Kesehatan di Sulsel

Selasa, 02 Agustus 2022 - 17:40 WIB
loading...
Vaksinasi Booster Kedua...
Pemberian vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau vaksin booster kedua yang ditujukan bagi tenaga kesehatan (nakes) telah dimulai sejak Jumat (29/7/2022) pekan lalu. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Pemberian vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau vaksin booster kedua yang ditujukan bagi tenaga kesehatan (nakes) telah dimulai sejak Jumat (29/7/2022) pekan lalu. Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, ada 58 ribu nakes yang menjadi sasaran vaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistiyo, berujar pemberian suntikan vaksin booster kedua untuk saat ini baru ditujukan untuk tenaga kesehatan dan belum menyasar masyarakat umum.

Baca Juga: Provinsi Sulsel Belum Dapat Kuota Vaksin Booster

"Kami langsung sosialisasikan kepada nakes. Kalau untuk masyarakat, booster pertama saja masih cukup rendah. Jadi (booster kedua) belum ke masyarakat," kata Erwan.

Data yang dihimpun dari laman vaksin.kemkes.go.id menyatakan, capaian vaksinasi dosis pertama di Sulsel per tanggal 1 Agustus 2022 sebanyak 90,64% atau sekitar 6,39 juta orang. Adapun untuk vaksinasi dosis kedua mencapai 67,50% atau sekitar 4,76 juta orang, dan vaksinasi dosis ketiga atau booster baru di angka 13,20% atau 931 ribu orang.

Sementara, kasus harian di Sulsel dalam kurun sepekan terakhir mengalami fluktuasi. Sejak 25 Juli hingga 1 Agustus 2022, jumlah kasus berturut-turut 9, 13, 14, 9, 17, 14, 7, dan 5 kasus. Kondisi serupa juga terjadi pada kasus harian di tingkat nasional.

Erwan menjelaskan, adanya tren peningkatan jumlah kasus Covid-19 pada skala nasional dalam kurun dua bulan terakhir membuat pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk memberikan perlindungan ekstra kepada masyarakat.

Sebagaimana pada vaksinasi dosis 1 dan 2 maupun booster sebelumnya, pemerintah menerapkan prioritas berdasarkan kerentanan terhadap risiko penularan, dan nakes mendapat prioritas karena paling berisiko tertular.

"Mereka sudah divaksin booster pertama jadi antibodinya sudah mulai menurun, harus dikasih kuat lagi. Pemikiran pemerintah, ketika nakesnya itu dibooster, harapannya antibodi yang ada di nakes itu tinggi," ungkapnya.

Diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua kepada nakes diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster pertama.

Baca Juga: Binda Sulsel Gelar Vaksinasi Booster 500 Karyawan di Pinrang

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, juga mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang ada.

Beberapa jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapat EUA dari BPOM RI untuk booster adalah Coronavac, Pfizer, Astrazeneca, Moderna, Zifivax, dan Sinopharm.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksinasi Covid-19 Dosis...
Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat di Jawa Timur Tembus 587.549 Orang
Warga Bandung Antusias...
Warga Bandung Antusias Datangi Vaksinasi Booster HUT Ke-33 RCTI
Perlu Percepatan, Dinkes...
Perlu Percepatan, Dinkes Bandung Apresiasi Vaksinasi Booster di HUT Ke-33 RCTI
Warga Apresiasi Vaksinasi...
Warga Apresiasi Vaksinasi Booster RCTI di Bandung, Memudahkan dan Cepat
Polda Jatim Gandeng...
Polda Jatim Gandeng Mahasiswa Kedokteran Akselerasi Vaksinasi pada Remaja
PKK dan Bhayangkari...
PKK dan Bhayangkari DIY Gelar Vaksinasi Booster bagi Penyandang Disabilitas
Masih Haruskah Vaksin...
Masih Haruskah Vaksin Booster Meski 99,2% Warga RI Sudah Punya Antibodi Covid-19?
5 RS Alami Peningkatan...
5 RS Alami Peningkatan BOR, Kemenkes Minta Masyarakat Perketat Prokes dan Lakukan Vaksinasi Booster
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Galakkan Lagi Vaksinasi Covid-19
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Kapal Induk Nuklir Kedua...
Kapal Induk Nuklir Kedua AS Muncul di Dekat Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved