Perlu Percepatan, Dinkes Bandung Apresiasi Vaksinasi Booster di HUT Ke-33 RCTI
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 10:25 WIB
loading...
Vaksinasi massal booster yang digelar pada rangkaian HUT ke-33 RCTI di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Jabar, Kamis (18/8/2022). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengapresiasi vaksinasi booster yang digelar pada rangkaian HUT Ke-33 RCTI di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Jabar, Kamis (18/8/2022).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, pihaknya mengapresiasi vaksinasi massal dosis ketiga atau booster yang digelar MNC Peduli pada HUT Ke-33 RCTI.
Baca juga: Warga Apresiasi Vaksinasi Booster RCTI di Bandung, Memudahkan dan Cepat
Anhar Hadian menyebut acara seperti ini sangat berarti dalam mendukung percepatan pencapaian vaksinasi booster di Bandung.
Diakuinya, saat ini vaksinasi booster di Kota Bandung baru mencapai 46,17 persen. Sementara Pemkot Bandung menargetkan pencapaian vaksinasi booster hingga Agustus 2022 sebanyak 50 persen.
Sedangkan secara nasional, pencapaian vaksinasi booster diharapkan mencapai 80 persen.
"Memang ada perlambatan untuk booster, berbeda sekali dengan vaksin dua atau atau 1. Makanya kami coba dengan kegiatan seperti ini, melakukan vaksinasi massal. Selain membuka di Puskesmas dan faskes lainnya," katanya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, pihaknya mengapresiasi vaksinasi massal dosis ketiga atau booster yang digelar MNC Peduli pada HUT Ke-33 RCTI.
Baca juga: Warga Apresiasi Vaksinasi Booster RCTI di Bandung, Memudahkan dan Cepat
Anhar Hadian menyebut acara seperti ini sangat berarti dalam mendukung percepatan pencapaian vaksinasi booster di Bandung.
Diakuinya, saat ini vaksinasi booster di Kota Bandung baru mencapai 46,17 persen. Sementara Pemkot Bandung menargetkan pencapaian vaksinasi booster hingga Agustus 2022 sebanyak 50 persen.
Sedangkan secara nasional, pencapaian vaksinasi booster diharapkan mencapai 80 persen.
"Memang ada perlambatan untuk booster, berbeda sekali dengan vaksin dua atau atau 1. Makanya kami coba dengan kegiatan seperti ini, melakukan vaksinasi massal. Selain membuka di Puskesmas dan faskes lainnya," katanya.
Lihat Juga :