Kerabat Penjemput Jamaah Haji di Bone Meninggal Dunia Dalam Mobil
Senin, 01 Agustus 2022 - 21:59 WIB
loading...
Kerabat penjemput jamaah haji asal Desa Lallatang, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, dikabarkan meninggal dunia tengah menjemput kerabatnya, Senin, (01/08/22). Foto: Istimewa
A
A
A
BONE - Kerabat penjemput jamaah haji asal Desa Lallatang, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, dikabarkan meninggal dunia tengah menjemput kerabatnya, Senin, (01/08/22).
Penjemput yang meniggal dunia diketahui bernama H Saguni (67). Dia sedang menunggu kerabatnya dari haji yang tergabung dalam kloter embarkasi Makassar yang dipusatkan di Masjid Agung Al Ma'arif, Kota Watampone, Kabupaten Bone.
Baca Juga: Fahsar Padjalangi Jemput Langsung Jamaah Haji Bone di Asrama Haji Sudiang
Pria paru bayah itu menghembuskan nafas terakhirnya saat sementara menunggu di dalam mobil sekitar Masjid Agung Al Ma'arif, Kota Watampone.
Seorang saksi mata, Imran Alif menuturkan korban sempat mengeluh sesak nafas sebelum dinyatakan meninggal dunia.
"Memang kondisi kesehatan tidak dalam kondisi fit. Namun tetap juga mau ikut menjemput. Padahal info dari anaknya sudah dilarang tapi tetap mau ikut juga," kata Imran Alif.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawanya tak terselamatkan.
Penjemput yang meniggal dunia diketahui bernama H Saguni (67). Dia sedang menunggu kerabatnya dari haji yang tergabung dalam kloter embarkasi Makassar yang dipusatkan di Masjid Agung Al Ma'arif, Kota Watampone, Kabupaten Bone.
Baca Juga: Fahsar Padjalangi Jemput Langsung Jamaah Haji Bone di Asrama Haji Sudiang
Pria paru bayah itu menghembuskan nafas terakhirnya saat sementara menunggu di dalam mobil sekitar Masjid Agung Al Ma'arif, Kota Watampone.
Seorang saksi mata, Imran Alif menuturkan korban sempat mengeluh sesak nafas sebelum dinyatakan meninggal dunia.
"Memang kondisi kesehatan tidak dalam kondisi fit. Namun tetap juga mau ikut menjemput. Padahal info dari anaknya sudah dilarang tapi tetap mau ikut juga," kata Imran Alif.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawanya tak terselamatkan.
Lihat Juga :