Terobosan Kampung Inggris Nature, Belajar di Alam Bebas Tanpa Ruang Kelas
Rabu, 23 April 2025 - 13:21 WIB
loading...
Kampung Inggris Nature yang ada di Bogor dan Tabanan melakukan terobosan permudah belajar Bahasa Inggris di alam bebas. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Berdasarkan data English Profiency Index (EPI) 2024 Indonesia berada di peringkat 80 dengan kategori negara dengan English profiency rendah. Data Ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki kecakapan dalam menggunakan bahasa internasional ini.
“Hal yang sebetulnya paling dikhawatirkan adalah jika minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Inggris mengalami penurunan,” kata Kepala Tim Research and Development Kampung Inggris Nature, Prida di Bogor, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya penurunan minat belajar bahasa Inggris di Indonesia mungkin saja terjadi. Penyebab menurunnya minat belajar bahasa Inggris di antaranya adalah kualitas pendidikan di Indonesia yang masih banyak menggunakan metode konvensional dalam penyajian materinya, yakni penekanan materi ada pada hafalan, bukan praktek.
Baca juga: Mendikdasmen: Internasionalisasi Bahasa Indonesia Jadi Program Prioritas
Selain itu, lanjut dia, ada anggapan bahwa belajar bahasa Inggris adalah hal yang sulit dan memakan waktu lama. Sehingga beberapa orang memilih untuk tidak mencobanya sama sekali, dan yang paling sering terjadi adalah banyak orang merasa malu ketika berbicara dalam bahasa Inggris karena takut diejek atau salah bicara, sehingga mereka enggan untuk mencoba.
“Kami meyakini bahwa metode belajar adalah bagian terpenting dari proses untuk mencapai hasil, itu sebab kami menghadirkan program belajar bahasa Inggris yang berlangsung di alam bebas, tanpa ruang kelas,” ungkap Prida.
Baca juga: 11 Brigjen Pol Dapat Promosi Bintang 2 usai Dimutasi Maret-April 2025, Ini Namanya
“Hal yang sebetulnya paling dikhawatirkan adalah jika minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Inggris mengalami penurunan,” kata Kepala Tim Research and Development Kampung Inggris Nature, Prida di Bogor, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya penurunan minat belajar bahasa Inggris di Indonesia mungkin saja terjadi. Penyebab menurunnya minat belajar bahasa Inggris di antaranya adalah kualitas pendidikan di Indonesia yang masih banyak menggunakan metode konvensional dalam penyajian materinya, yakni penekanan materi ada pada hafalan, bukan praktek.
Baca juga: Mendikdasmen: Internasionalisasi Bahasa Indonesia Jadi Program Prioritas
Selain itu, lanjut dia, ada anggapan bahwa belajar bahasa Inggris adalah hal yang sulit dan memakan waktu lama. Sehingga beberapa orang memilih untuk tidak mencobanya sama sekali, dan yang paling sering terjadi adalah banyak orang merasa malu ketika berbicara dalam bahasa Inggris karena takut diejek atau salah bicara, sehingga mereka enggan untuk mencoba.
“Kami meyakini bahwa metode belajar adalah bagian terpenting dari proses untuk mencapai hasil, itu sebab kami menghadirkan program belajar bahasa Inggris yang berlangsung di alam bebas, tanpa ruang kelas,” ungkap Prida.
Baca juga: 11 Brigjen Pol Dapat Promosi Bintang 2 usai Dimutasi Maret-April 2025, Ini Namanya
Lihat Juga :