Diduga Terjerat Utang Bank, Petani di Lampung Tewas Gantung Diri

Rabu, 27 Juli 2022 - 00:31 WIB
loading...
Diduga Terjerat Utang Bank, Petani di Lampung Tewas Gantung Diri
Diduga akibat terlilit utang di bank, Catur Utomo (40) warga Sukau, Lampung Barat ditemukan tewas gantung diri. (Ist)
A A A
LAMPUNG BARAT - Diduga akibat terlilit utang di bank, Catur Utomo (40) warga Sukau, Lampung Barat ditemukan tewas gantung diri.

Warga Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau itu nekat gantung diri di pohon Jambu Jamaika tak jauh dari gubuk di dalam kebun miliknya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu diduga stres lantaran sudah tidak mampu membayar utang yang semakin menumpuk.

Saksi mata Nir Hajawan (35) mengatakan, pagi itu pukul 09.30 korban datang ke gubuk saya menumpang minum kopi dan menawarkan sisa obat untuk menyemprot, setelah minum kopi selanjutnya korban bergegas pamit pergi ke kebunnya.

"Pukul 13.00 saya berencana menemui korban di kebun miliknya untuk mengambil obat semprot yang ditawarkan. Begitu sampai di gubuknya saya kaget menemukan korban dalam posisi leher terikat tali warna merah di atas pohon dan tak bernyawa lagi. Kemudian saya langsung mengabarkan kepada warga kampung di sekitar kebun," terang Nir Hajawan, Selasa (26/7/2022).

Warga yang mendengar informasi itu, segera menuju ke lokasi kejadian. Sejumlah warga juga melaporkan ke kepolisian setempat. Aparat pun langsung datang ke lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Balik Bukit, Iptu Arnis Daely mengatakan, dari hasil pemeriksaan melalui keterangan keluarga dan warga setempat, Catur diduga bunuh diri karena terjerat utang bank.

"Dari keterangan yang kami dapat, dugaan penyebab korban gantung diri adalah faktor ekonomi. Korban di ketahui memiliki sangkutan utang di bank untuk keperluan kebunnya," kata Kapolsek.

Baca: Tewas di Rumah Jenderal Polisi, Tetangga Tak Menyangka Brigadir J Jadi Ajudan.

Dijelaskan, sebelum memutuskan bunuh diri, korban sempat memberikan isyarat dalam unggahan status WhatsApp nya dengan menuliskan "Bendera Kuning".

"Dari informasi warga setempat, tiga atau empat hari yang lalu korban sempat mengunggah status Bendera Kuning di WhatsApp nya. Dari unggahan statusnya, korban seperti mengalami tekanan psikologis," tutur Kapolsek.

Baca Juga: Tabrak Truk Fuso di Tol Bakauheni, 2 Penumpang Avanza Tewas.

Setelah dilakukan evakuasi mayat korban, jenazah kemudian langsung di bawa ke rumah duka di Pekon Bandar Baru untuk di mandikan dan salatkan.

"Keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi dan dilakukan pemeriksaan medis oleh tim dokter. Jenazah korban sudah di serahkan ke pihak keluarga dan akan langsung di semayamkan di TPU setempat setelah selesai dimandikan dan disalatkan," pungkasnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0995 seconds (10.177#12.26)