Siasat Menyerah Panglima Wangkang Bikin Pasukan Belanda Pusing

Selasa, 26 Juli 2022 - 05:04 WIB
loading...
Siasat Menyerah Panglima Wangkang Bikin Pasukan Belanda Pusing
Foto ilustrasi SINDOnews
A A A
JAKARTA - Para pejuang di berbagi daerah yang mengangkat senjata melawan penjajah banyak yang memiliki keberanian luar biasa dan siasat jitu. Tidak sedikit petinggi Belanda dibuat pusing tujuh keliling sehingga perlu mendatangkan bantuan khusus guna menumpas pasukan yang mereka anggap sebagai pemberontak itu.



Kisah tentang Panglima Wangkang, salah satu contoh bagaimana Belanda terpaksa harus mendatangkan bala bantuan dari Jawa untuk mengalahkannya. Panglima Wangkang, merupakan pejuang rakyat Dayak Bakumpai di Marabahan, Kabupaten Batola Kalimantan Selatan. Dia salah satu sosok yang disegani Belanda selama perang Banjar, karena selain gigih, dia juga menerapkan siasat tak terduga.

Bergelar Kiai Mas Demang bin Pambakal Kendet, Panglima Wangkang adalah anak dari Pambakal Kendet, seorang pejuang dan pemimpin suku Bakumpai. Ibunya bernama Ulan, berasal dari Amuntai seorang suku Banjar. Baca juga: Kisah Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional yang Dikhianati Raja Booi dan Digantung Belanda

Sebagai putra dari kalangan suku Bakumpai, Panglima Wangkang gigih mempertahankan Distrik Bakumpai (sekarang Barito Kuala). Rupanya, Panglima Wangkang tidak semata gigih membela kaumnya karena penindasan yang dilakukan penjajah. Lebih dari itu, dia menjalankan misi balas dendam atas kematian ayahnya.

Sebab pada 1825, saat Wangkang masih berusia 13 tahun, ayahnya tewas di tiang gantungan. Kekejaman Belanda itu terpatri dalam hati sang remaja itu hingga menimbulkan dendam kesumat.

Menginjak dewasa, antipati Wangkang terhadap Belanda begitu tinggi. Saat dia diberi jabatan sebagai panglima oleh Tumenggung Surapati, Panglima Wangkang melaksanakan tugasnya dengan penuh keberanian.

Dihimpun dari berbagai sumber, Panglima Wangkang berkali-kali memimpin pasukan menyerbu benteng Belanda di Banjarmasin. Meski selalu gagal karena tidak berimbangnya jumlah pasukan serta peralatan perang, namun Panglima Wangkang tidak menyerah.

Baru sekitar tahun1860, pasukan Wangkang berhasil memasuki benteng pertahanan Belanda di Banjarmasin. Dalam serangan ini, puluhan tentara Belanda tewas. Bahkan pembantaian terhadap tentara Belanda digambarkan seperti 'manangsang gadang', yang dalam bahasa Bakumpai berarti menebang pisang.

Dalam peperangan ini, pasukan Panglima Wangkang juga mendapatkan banyak senjata, diambil dari serdadu yang tewas. Tidak hanya itu yang membuat Belanda pusing. Panglima Wangkang juga disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan Dokter Dilg di atas kapal Onrust. Dendamnya terhadap Belanda, dia lampiaskan kapan saja dan di mana saja jika ada kesempatan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1943 seconds (11.252#12.26)