Kalah Perang, Belanda Akui Keunggulan dan Kehebatan Kerajaan Bone

Kamis, 27 Februari 2025 - 07:50 WIB
loading...
Kalah Perang, Belanda...
Belanda terpaksa mengakui keunggulan Kerajaan Bone saat berperang di wilayah sekitar Makassar. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Belanda terpaksa mengakui keunggulan Kerajaan Bone saat berperang di wilayah sekitar Makassar. Pertempuran yang terjadi pada Oktober 1824 ini pasukan Belanda membawa serdadu berkuda khusus dan membawa 173 buah meriam.

Dipimpin oleh Kapten Le Clerg, pasukan Belanda juga berkekuatan 7 orang opsir dan 10 serdadu berkuda. Pasukan ini berkedudukan di Bulu Seppong yang terletak kira-kira 24 kilometer dari Makassar.

Gerakan pasukan Belanda ini dihadang oleh pasukan-pasukan Bone, dan terjadilah pertempuran di antara keduanya. Dalam pertempuran ini pasukan Bone memperoleh kemenangan, sebagaimana dikisahkan dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesi" dikutip SindoNews, Kamis (27/2/2025).

Belanda meninggalkan beberapa orang tewas, sebaliknya pasukan Bone berhasil merampas dua pucuk meriam pasukan Belanda. Dengan kemenangannya itu, pasukan Bone menguasai jalan penting yang menghubungkan Makassar dan Maros yang terletak di sebelah utara Makassar.

Baca juga: Berkuasanya Raja La Maddaremeng Hapus Perbudakan di Kerajaan Bone
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Kisah Untung Suropati...
Kisah Untung Suropati Dihukum Cambuk dan Dipenjara Akibat Mencintai Anak Juragan Belanda
Penyerbuan Belanda ke...
Penyerbuan Belanda ke Benteng Warisan Mataram Dibalas Serangan Balasan Pasukan Diponegoro
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Koloni Modern, Mayoritas Klaim sebagai Pembela HAM
Rekomendasi
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved