Kisah Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional yang Dikhianati Raja Booi dan Digantung Belanda
Minggu, 10 Juli 2022 - 07:52 WIB
loading...
Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang memiliki nama asli Thomas Matulessy pejuang yang gagah berani menentang dan melawan penjajahan Belanda di Tanah Maluku. Foto/Ist
A
A
A
SOSOK Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang memiliki nama asli Thomas Matulessy pejuang yang gagah berani menentang dan melawan penjajahan Belanda di Tanah Maluku. Hidupnya berakhir di tiang gantungan setelah terjadi penghianatan dari Raja Booi.
Kapitan Pattimura merupakan putra pasangan Frans Matulessy dan Fransina Silahoi, keturunan bangsawan Raja Sahulau di Teluk Seram Selatan.
Baca juga: Kisah Ranggawarsita, Pujangga Sakti dari Surakarta yang Ramalkan Kemerdekaan Indonesia dan Kematiannya Sendiri
Dia lahir di Saparua, Maluku pada 8 Juni 1783. Selanjutnya pernah mendapatkan pendidikan militer dan memiliki pangkat Sersan Mayor saat bergabung dengan tentara Inggris.
Pattimura kemudian memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajah Belanda. Perlawanan gigih yang terkenal dengan Perang Pattimura.
Perlawanan bersenjata melawan Belanda terjadi karena penindasan dan kolonialisme Belanda dalam bentuk monopoli perdagangan, pelayaran hongi, hingga kerja paksa. Dampak dari penindasan ini dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.
Rakyat Maluku mengalami perpecahan dan kemiskinan selama dua ratus tahun. Rakyat Maluku juga memproduksi pala dan cengkeh untuk pasar dunia. Namun masyarakat tidak memiliki keuntungan dari produksi tersebut.
Baca juga: Kisah Bung Karno sedang Mencari Tuhan, Kalbunya Bergetar!
Kapitan Pattimura merupakan putra pasangan Frans Matulessy dan Fransina Silahoi, keturunan bangsawan Raja Sahulau di Teluk Seram Selatan.
Baca juga: Kisah Ranggawarsita, Pujangga Sakti dari Surakarta yang Ramalkan Kemerdekaan Indonesia dan Kematiannya Sendiri
Dia lahir di Saparua, Maluku pada 8 Juni 1783. Selanjutnya pernah mendapatkan pendidikan militer dan memiliki pangkat Sersan Mayor saat bergabung dengan tentara Inggris.
Pattimura kemudian memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajah Belanda. Perlawanan gigih yang terkenal dengan Perang Pattimura.
Perlawanan bersenjata melawan Belanda terjadi karena penindasan dan kolonialisme Belanda dalam bentuk monopoli perdagangan, pelayaran hongi, hingga kerja paksa. Dampak dari penindasan ini dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.
Rakyat Maluku mengalami perpecahan dan kemiskinan selama dua ratus tahun. Rakyat Maluku juga memproduksi pala dan cengkeh untuk pasar dunia. Namun masyarakat tidak memiliki keuntungan dari produksi tersebut.
Baca juga: Kisah Bung Karno sedang Mencari Tuhan, Kalbunya Bergetar!
Lihat Juga :