Cerita Mbah Moedjair, Penemu Ikan Mujair asal Blitar

Minggu, 28 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Dari semula satu kolam, yakni di sumber Tenggong, Papungan, ikan varian baru tersebut meluas ke tiga kolam. Bahkan untuk memantau "temuannya", Mbah Moedjair sampai membangun tempat tinggal baru di dekat kolam.

"Saat itu belum ada orang beternak ikan. Semuanya bertani. Mbah Moedjair dapat dikatakan yang pertama melakukan budidaya ikan," jelas Wibowo. Keberhasilan Mbah Moedjair membiakkan ikan jenis baru di kolam langsung didengar warga sekitar.

Apalagi kepada tetangga dan orang orang yang ia kenal, Mbah Moedjair membagikannya cuma cuma. Setiap memberikan benih ikan, ia selalu mengatakan, ini jenis ikan yang mudah berkembang biak dan enak buat lauk pauk.

Ikan jenis baru itu semakin kemana mana. Kabar tentang adanya ikan baru yang dikembangbiakkan di kolam air tawar itu sampai ke telinga Asisten Residen Kediri yang kebetulan berlatar belakang ilmuwan.

Mbah Moedjair didatangi. Mendengar penuturan bagaimana jerih payah mengubah habitat ikan, sang Asisten Residen takjub. Ia kagum dengan kegigihan serta keuletan Mbah Moedjair. Sebagai penghargaan, ikan varian baru itu ia iberi nama mujair.

"Sebenarnya yang pertama memberi penghargaan dengan memberi nama ikan mujair itu asisten karsidenan Kediri," ungkap Wibowo.

Mbah Moedjair juga diangkat sebagai pegawai yang khusus mengurusi masalah perikanan. Sejak itu ikan mujair menjadi ikan favorit rakyat. Dikenal sejak jaman kolonial Belanda, Jepang dan mencapai keemasan di masa pemerintahan Bung Karno.

Tidak hanya di kolam kolam penangkaran. Di sungai, bendungan, bahkan parit parit di sawah, semuanya menjadi habitat mujair. Selain bergizi dan mudah diternakkan, ikan mujair juga memiliki harga ekonomis.

Namun sejak adanya program penggalakan ikan lele dumbo, gurami di masa rezim orde baru, keberadaan ikan mujair mulai tergeser. Sebagai ikan konsumsi, posisi mujair digantikan lele dan gurami serta nila. Situasi itu diperparah dengan munculnya propaganda mujair sebagai ikan hama.

Propaganda itu mengacu pada prilaku ikan mujair yang cepat berbiak sekaligus mengalahkan ikan lain dalam urusan makan. Bahkan mulai tahun 90 an dan puncaknya tahun 2000 an hingga sekarang, ikan mujair terancam punah.

Bahkan saat ini Wibowo hanya memiliki seekor mujair betina, dan sudah bertahun tahun mencari ikan mujair lain kesana kemari, namun tidak kunjung menemukan.

Menurut Wibowo, karena penyakit asma yang diderita, pada 7 September 1957, Mbah Moedjair tutup usia. Mbah Moedjair dikebumikan di pemakaman umum Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro.

Pada tahun 1960, Departemen Perikanan Indonesia memugar makam Mbah Moedjair, sekaligus mendirikan semacam monumen bergambar ikan pada batu nisan disertai tulisan : Moedjair Penemu Ikan Moedjair.

"Harapan keluarga dan masyarakat Blitar, khususnya warga Desa Papungan, bagaimana mengembalikan ikan mujair sebagai ikan rakyat. Bahkan bisa menjadi ikon perikanan Kabupaten Blitar, "kata Wibowo yang menambahkan beberapa keturunan Mbah Moedjair menjadi pegawai perikanan pemerintah.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Rekomendasi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved