Cerita Mbah Moedjair, Penemu Ikan Mujair asal Blitar

Minggu, 28 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Moedjair muda menikahi Partimah, putri seorang modin (perangkat desa) Kuningan, yang lalu memutuskan bertempat tinggal di Desa Papungan. Dari pernikahannya, Moedjair dikaruniai tujuh orang anak.

Sebagai salah satu cicit, Wibowo belum pernah menatap langsung wajah buyutnya. Jauh sebelum ia lahir, Mbah Moedjair sudah tutup usia. Bahkan penghargaan dari pemerintah Soekarno tahun 1965 diberikan saat Mbah Moedjair sudah meninggal dunia.

"Saya tahu wajahnya hanya dari foto lama yang kemudian direpro ke lukisan," kata Wibowo yang sehari hari beternak ayam Bangkok.

Sebagai cicit, Wibowo cukup banyak mendengar cerita buyutnya. Mulai soal perawakan tubuh Mbah Moedjair yang tinggi kurus, berpembawaan pendiam serta gemar menyendiri, sampai berwatak keras dimana jika sudah berkeinginan akan mati matian memperjuangkan.

"Kekerasan hati itu salah satunya soal mengembang biakkan ikan mujair," tambah Wibowo.

Pertama kali melihat gerombolan ikan di muara Pantai Serang, Mbah Moedjair langsung terpikat. Di matanya, ikan bersisik kehijauan yang gesit dan liar itu punya banyak kelebihan. Ia pernah mencicipi dagingnya. Selain cukup tebal, juga lebih kesat dan gurih.

Ia juga melihat ikan ikan itu cepat berkembang biak. Memiliki daya tahan hidup lebih tinggi, sekaligus tidak berwatak kanibal, terutama kepada anak anaknya. "Mujair sangat melindungi anak anaknya. Bahkan demi keamanan, induk mujair menyembunyikan anak anaknya di dalam mulut," terang Wibowo.

Mbah Moedjair tidak punya latar belakang pendidikan perikanan. Satu satunya pendidikan formal yang pernah dienyam hanya sekolah rakyat (SR). Pernah berdagang sate di Blitar, dan sempat sukses, namun bangkrut karena kebiasaan berjudi.

Konon, pergi Pantai Serang juga dalam rangka mencari jalan bangkit dari keterpurukan ekonomi. Mbah Moedjair berfikir, jika ikan di Pantai Serang bisa dibiakkan di kolam air tawar, tentu akan lebih bermanfaat buat masyarakat.

"Disitulah Mbah Moedjair mulai melakukan eksperimennya," terang Wibowo.

Cerita Mbah Moedjair, Penemu Ikan Mujair asal Blitar


Beberapa ekor ikan dimasukkan ke dalam tempayan tanah liat yang berisi air laut. Dengan berjalan kaki ia panggul tempayan dari pantai Serang menuju Desa Papungan yang berjarak tempuh sekitar 35 kilometer.

Saat itu sepanjang jalan menuju Pantai Selatan masih berbatu batu. Melintasi sejumlah tebing, menerobos semak belukar serta hutan rimba. Seolah tak sabar lagi. Sesampai di Papungan, percobaan mengurangi kadar garam dengan menambahkan sedikit demi sedikit air tawar ke dalam tempayan, langsung ia kerjakan.

"Semuanya dilakukan sendirian. Dan percobaan pertama gagal. Ikan mati semua," kata Wibowo. Tidak patah arang. Mbah Moedjair bergegas kembali ke Pantai Serang. Upaya mengubah habitat hidup ikan air asin ke air tawar kembali dilakukan. Dan lagi lagi gagal.

Dari cerita yang diwariskan keluarga, kata Wibowo pada percobaan yang ke-11, jerih payah tersebut menemukan hasilnya. Empat ekor ikan dalam tempayan berisi air asin yang sudah berubah tawar, bertahan hidup.

Dua pasang ikan itu kemudian ia pindah ke dalam kolam dan secara cepat berkembang biak. "Keberhasilan mengubah habitat air asin ke air tawar dicatat itu tanggal 25 Maret 1936," papar Wibowo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Rekomendasi
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Berita Terkini
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved