alexametrics

Mobil PCR BNPB Kembali, Ribuan Warga Surabaya Bisa Swab Gratis

loading...
Mobil PCR BNPB Kembali, Ribuan Warga Surabaya Bisa Swab Gratis
Mobil Laboratorium PCR milik BNPB sudah kembali lagi ke Kota Pahlawan dan siap melaksanakan tes swab bagi warga. Foto/SINDONews/Aan haryono
A+ A-
SURABAYA - Testing masif Covid-19 pada warga Surabaya bisa kembali dilakukan. Dua unit Mobil Laboratorium PCR milik BNPB sudah kembali lagi ke Kota Pahlawan, Sabtu (27/6/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, saat ini Mobil Laboratorium PCR milik BNPB sedang melakukan tes swab di beberapa tempat. Mobil ini langsung melakukan tes swab, tidak melakukan rapid tes lagi karena jumlah reagen yang dimiliki Pemkot Surabaya cukup besar.

“Jadi, sekarang (mobil BNPB itu) langsung melakukan tes swab, karena kebetulan reagen kita besar,” kata Risma. (Baca juga:4 Kawasan Pandemi COVID-19 Tinggi di Surabaya: Tambaksari, Gubeng, Bubutan, Tegalsari)

Ia melanjutkan, tes swab ini terus dilakukan sembari menyisir kawasan yang di wilayah itu ada warga berstatus terkonfirmasi Covid-19. Tidak hanya tempat tinggal saja yang dilakukan penyisiran, namun lokasi atau tempat pasien bekerja pun juga dilakukan.



“Saya memetakan wilayahnya. Termasuk kalau dia bekerja di mana langsung kita cari,” ungkapnya.(Baca juga:Awas! Ribuan CCTV Pantau Warga Tak Bermasker)

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, sepanjang hari ini mobil PCR langsung dioperasikan dua unit. Ada yang melakukan tes di Hotel Asrama haji dan ada pula yang di Gelora Pancasila.



Ia menambahkan, semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan, maka semakin banyak pula ditemukan kasus. Dengan begitu, maka akan bisa melakukan pengobatan sedini mungkin supaya dia bisa sembuh dari COVID-19 ini.

“Tetapi kalau tahunya sudah dalam level yang parah, maka akan lebih susah untuk disembuhkan,” kata Feny, panggilan akrabnya.

Ia menegaskan kalau upaya yang dilakukan ini seperti membelah gunung es. Artinya yang terpenting dari hal ini adalah terus gencar dalam tracing, test dan treatment. “Makanya masyarakat tidak perlu takut, dari awal kita tahu bahwa kita akan mencegah kematian,” jelasnya

Selama ini, katanya, warga Kota Surabaya dinilai sangat pro aktif dalam melakukan pemeriksaan tes. Baik yang dilakukan pemkot, BIN maupun BNPB secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Ia menyebut kapasitas pemeriksaan juga ditambah menjadi sekitar 500 tes swab per hari. “Sasarannya semua masyarakat, terutama orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG),orang dengan resiko (ODR),” ucapnya.

Ia meminta ketika warga melakukan pemeriksaan, dipastikan agar terdaftar di puskesmas masing-masing. Tujuannya, agar dinkes dapat melakukan pemantauan terhadap orang tersebut beserta kontak erat yang bersangkutan.

“Kami juga mengimbau baik itu swasta atau perusahaan BUMN yang sudah tes rapid atau tes swab untuk lapor ke dinkes. Bukan untuk apa-apa. Kita harus lakukan tracing untuk mencari sumber penularannya,” jelasnya.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak