Realisasi Pendapatan APBD Kota Makassar Belum Capai 50 Persen
Jum'at, 22 Juli 2022 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau pendapatan secara year to date, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) sudah jelaskan bahwa kondisinya sudah jauh lebih baik dari tahun lalu. Artinya kondisi ekonomi sekarang sudah cukup baik. Kami harapkan ini bisa dipertahankan, caranya dengan melakukan belanja daerah," ungkap Helmy.
Dari 27 organisasi perangkat daerah (OPD), ada 5 OPD yang realisasi pendapatannya sangat rendah, alias masih di bawah 20 persen. Kelima OPD itu adalah Dinas Lingkungan Hidup (18,67%) dengan realisasi Rp169 juta dari total anggaran Rp910 juta.
Lalu Dinas Pemadam Kebakaran (15,69%) dengan realisasi Rp156 juta dari total anggaran Rp1 miliar, kemudian Kecamatan Ujung Pandang (14,84%) dengan realisasi Rp489 juta dari total anggaran Rp3,3 miliar.
Baca Juga: APBD 2021 Makassar Ditetapkan: Fokus Ekonomi, Infrastruktur dan Pendidikan
Kemudian Dinas Penataan Ruang (12,38%) dengan realisasi Rp12,3 miliar dari total anggaran RpRp100 miliar, dan Kecamatan Mamajang (9,07%) dengan realisasi Rp226 juta dari total anggaran Rp2,5 miliar.
Diakui Helmy, ada sejumlah persoalan yang dihadapi OPD tersebut sehingga realisasi pendapatannya yang didominasi retribusi itu terhambat.
Di kecamatan misalnya, terhambat akibat penagihan retribusi sampah. Di Dinas Pemadam Kebakaran terkendala regulasi retribusi alat pemadam api ringan atau APAR, lalu di Dinas Penataan Ruang terkait penerimaan prasarana, sarana dan utilitas atau PSU, serta di Dinas Lingkungan Hidup terkendala akibat penagihan iuran pemakaman dan Bank Sampah yang banyak tidak aktif.
Dari 27 organisasi perangkat daerah (OPD), ada 5 OPD yang realisasi pendapatannya sangat rendah, alias masih di bawah 20 persen. Kelima OPD itu adalah Dinas Lingkungan Hidup (18,67%) dengan realisasi Rp169 juta dari total anggaran Rp910 juta.
Lalu Dinas Pemadam Kebakaran (15,69%) dengan realisasi Rp156 juta dari total anggaran Rp1 miliar, kemudian Kecamatan Ujung Pandang (14,84%) dengan realisasi Rp489 juta dari total anggaran Rp3,3 miliar.
Baca Juga: APBD 2021 Makassar Ditetapkan: Fokus Ekonomi, Infrastruktur dan Pendidikan
Kemudian Dinas Penataan Ruang (12,38%) dengan realisasi Rp12,3 miliar dari total anggaran RpRp100 miliar, dan Kecamatan Mamajang (9,07%) dengan realisasi Rp226 juta dari total anggaran Rp2,5 miliar.
Diakui Helmy, ada sejumlah persoalan yang dihadapi OPD tersebut sehingga realisasi pendapatannya yang didominasi retribusi itu terhambat.
Di kecamatan misalnya, terhambat akibat penagihan retribusi sampah. Di Dinas Pemadam Kebakaran terkendala regulasi retribusi alat pemadam api ringan atau APAR, lalu di Dinas Penataan Ruang terkait penerimaan prasarana, sarana dan utilitas atau PSU, serta di Dinas Lingkungan Hidup terkendala akibat penagihan iuran pemakaman dan Bank Sampah yang banyak tidak aktif.
Lihat Juga :