Kisah Ki Ageng Suryomentaram, Pangeran yang Rela Lepas Gelar Ningrat dan Penggagas Tentara PETA

Sabtu, 16 Juli 2022 - 05:49 WIB
loading...
A A A
"KAS (Ki Ageng Suryomentaram) menganjurkan Soekarno untuk mengadopsi gagasan Jimat Perangnya itu, dan dalam berbagai kesempatan mereka (para pemimpin nasionalis itu) bersedia mempopulerkannya," kata Marcel Bonneff.

Pendapat Ki Ageng Suryomentaram didengar para tokoh nasionalis, terutama Ki Hajar Dewantoro sudah lama mengenal sosok sekaligus sepak terjangnya. Ki Ageng Suryomentaram merupakan anak ke-55 dari 79 anak Sultan Hamengkubuwono VII dengan istri B.R.A Retnomandoyo, putri Patih Danurejo VI.

Ki Ageng Suryomentaram lahir pada 20 Mei 1892 di Keraton Jogjakarta, dengan nama Bendoro Raden Mas Kudiarmaji. Sebagai anak raja, ia tumbuh di lingkungan keraton yang penuh limpahan kemakmuran dan kehormatan. Sejak kecil hasrat belajarnya tinggi. Sejumlah bahasa asing, diantaranya Belanda, Inggris dan Arab dipelajarinya dengan tekun.

Berbagai jenjang pendidikan ia lalui, yakni mulai pendidikan dasar, termasuk mengikuti ujian Klein Ambtenaar (pegawai sipil junior) hingga menjadi tenaga administratif di Residen Jogjakarta. Pada umur 18 tahun gelar kepangeranannya ditahbiskan, dan bersalin nama menjadi Bendoro Pangeran Haryo Suryomentaram.

Perjalanan hidupnya berubah drastis setelah melihat realitas sosial (rakyat Jgjakarta) yang berbanding terbalik dengan kehidupannnya yang penuh kelimpahan materi. Saat naik kereta api untuk menghadiri acara perkawinan di Keraton Surakarta, Ki Ageng Suryomentaram melihat begitu sengsaranya kehidupan para petani.

Baca juga: 3 Ayah Tiri di Sidoarjo Tega Cabuli Anak Tirinya, 1 Korban Hamil

Banyak orang menderita, sementara dirinya dan orang-orang sekalangannya hidup dalam kelimpahan harta dan tak perlu susah payah mengejar keistimewaan yang diperoleh sejak lahir. Pergolakan batin itu mendorong Ki Ageng Suryomentaram sering meninggalkan keraton dan memutuskan menjadi pengembara.

Bersama Prawirowiworo, sepupunya, ia mengunjungi sejumlah tempat yang diyakini dapat membawa keberuntungan, untuk menenggelamkan diri dalam doa-doa. Di antara tempat yang dikunjungi adalah Goa Langse atau Goa Cermin di kawasan Pantai Parangtritis, dan sejumlah makam-makam keramat.

"Lain waktu mereka mengunjungi para pemimpin agama untuk membicarakan serta belajar tentang hal-hal yang terkait dengan hakikat agama dan (pengalaman) mistik," kata Marcel Bonneff.

Pada usia 20 tahun atau menjelang tahun 1920, Ki Ageng Suryomentaram membuat keputusan yang betul-betul mengubah jalan hidupnya. Ia bagi-bagikan semua kekayaan pribadinya kepada orang lain dengan cuma-cuma.

Mobil pribadinya ia berikan kepada sopirnya. Kuda-kudanya ia hibahkan kepada tukang kuda yang biasa merawatnya. Baginya kepemilikan materi hanya menjadi penghambat mencapai kebahagiaan hakiki.

Baca juga: Joki SBMPTN Bertarif Rp400 Juta Ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Karaton Ngayogyakarta...
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Yogyakarta di Pasar Global
Buntut Kasus Daycare...
Buntut Kasus Daycare di Yogyakarta, DPR Desak Pemda Evaluasi Izin Seluruh Tempat Titip Anak
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved