Gelar Rapid Test dengan 2.000 Peserta, Polres Cianjur Pecahkan Rekor MURI
Jum'at, 26 Juni 2020 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Rapid test yang melibatkan 2.000 peserta ini pun mendapatkan piagam dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan rapid test terbanyak yang dilaksanakan kepolisian resor (polres) terhadap anggota TNI/Polri, ASN, beserta keluarga.
"Sebetulnya ini bukan rapid test pertama yang digelar di polres. Namun, ini merupakan yang terbanyak yang dipantau dengan jumlah peserta 2.000 orang, meski harus diverifikasi. Izinkan MURI menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai Rekor MURI Dunia Polres yang menyelenggarakan rapid test dengan peserta terbanyak," ujar Jusuf Ngadri, Senior Manager MURI.
Sementara itu, Irjen Rudy Sufahriadi mengungkapkan, dengan makin banyaknya kegiatan rapid test dilaksanakan, maka makin diketahui peta penyebaran Covid-19 sehingga bisa lebih cepat untuk dicegah penyebarannya.
Apalagi hingga saat ini, selama satu bulan terakhir tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 di Cianjur. Begitu pula dengan Jabar yang reproduksi penyebaran Covid-19 tak pernah lebih dari 1, padahal jumlah penduduk Jabar merupakan yang terbanyak.
"Kami harap kita semua bisa secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, dan kegaiatan yang dilaksanakan di Polres Cianjur bisa diikuti oleh polres lainnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya yang sudah menyediakan alat rapid test dengan tingkat sensitivitas yang sangat tinggi, produksi Indonesia," pungkasnya.
"Sebetulnya ini bukan rapid test pertama yang digelar di polres. Namun, ini merupakan yang terbanyak yang dipantau dengan jumlah peserta 2.000 orang, meski harus diverifikasi. Izinkan MURI menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai Rekor MURI Dunia Polres yang menyelenggarakan rapid test dengan peserta terbanyak," ujar Jusuf Ngadri, Senior Manager MURI.
Sementara itu, Irjen Rudy Sufahriadi mengungkapkan, dengan makin banyaknya kegiatan rapid test dilaksanakan, maka makin diketahui peta penyebaran Covid-19 sehingga bisa lebih cepat untuk dicegah penyebarannya.
Apalagi hingga saat ini, selama satu bulan terakhir tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 di Cianjur. Begitu pula dengan Jabar yang reproduksi penyebaran Covid-19 tak pernah lebih dari 1, padahal jumlah penduduk Jabar merupakan yang terbanyak.
"Kami harap kita semua bisa secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, dan kegaiatan yang dilaksanakan di Polres Cianjur bisa diikuti oleh polres lainnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya yang sudah menyediakan alat rapid test dengan tingkat sensitivitas yang sangat tinggi, produksi Indonesia," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :