Kisah Sultan Abdul Mufakir, Diangkat Jadi Raja Kesultanan Banten saat Bayi Berusia 5 Bulan
Jum'at, 15 Juli 2022 - 05:15 WIB
loading...
Sosok Sultan Abdul Mufakir diangkat jadi Raja Kesultanan Banten saat bayi berusia 5 bulan. Foto: MPI
A
A
A
SULTAN Abdul Mufakir adalah raja ke-4 Kesultanan Banten . Sultan satu ini memiliki keistimewaan dalam sejarah Kesultanan Banten, karena orang pertama yang menjadi raja saat masih bayi berumur 5 bulan.
Sultan Abdul Mufakir Muhammad Abdul Kadir atau juga dikenal dengan nama Pangeran Ratu atau Sultan Agung bertakhta dari tahun 1596 hingga 1651. Dia merupakan putra Sultan Maulana Muhammad yang menjadi raja pertama di Pulau Jawa yang menggunakan gelar Sultan.
Abdul Mufakir diangkat menjadi raja di usia 5 bulan setelah ayahnya Sultan Maulana Muhammad wafat pada tahun 1596 di Palembang. Mengingat usia raja masih bayi, maka untuk menjalankan roda pemerintahan maka ditunjuklah Mangkubumi Jayanegara sebagai walinya.
Baca juga: Pangeran Bratakelana, Putra Sunan Gunung Jati yang Tewas Dibunuh Bajak Laut
Namun pada tahun 1602, Mangkubumi Jayanegara meninggal, jabatannya pun digantikan oleh adiknya. Sayang, dia dipecat pada 17 November 1602 karena berkelakuan tidak baik.
Khawatir akan terjadi perpecahan dan iri hati, maka pemerintahan diputuskan untuk tidak dipegang oleh Mangkubumi, tetapi langsung oleh Ibunda Sultan, Nyimas Ratu Ayu Wanagiri.
Sultan Abdul Mufakir Muhammad Abdul Kadir atau juga dikenal dengan nama Pangeran Ratu atau Sultan Agung bertakhta dari tahun 1596 hingga 1651. Dia merupakan putra Sultan Maulana Muhammad yang menjadi raja pertama di Pulau Jawa yang menggunakan gelar Sultan.
Abdul Mufakir diangkat menjadi raja di usia 5 bulan setelah ayahnya Sultan Maulana Muhammad wafat pada tahun 1596 di Palembang. Mengingat usia raja masih bayi, maka untuk menjalankan roda pemerintahan maka ditunjuklah Mangkubumi Jayanegara sebagai walinya.
Baca juga: Pangeran Bratakelana, Putra Sunan Gunung Jati yang Tewas Dibunuh Bajak Laut
Namun pada tahun 1602, Mangkubumi Jayanegara meninggal, jabatannya pun digantikan oleh adiknya. Sayang, dia dipecat pada 17 November 1602 karena berkelakuan tidak baik.
Khawatir akan terjadi perpecahan dan iri hati, maka pemerintahan diputuskan untuk tidak dipegang oleh Mangkubumi, tetapi langsung oleh Ibunda Sultan, Nyimas Ratu Ayu Wanagiri.
Lihat Juga :