Tambang Minyak Ilegal di Muara Enim Telan Korban 2 Pria Tewas di Dalam Sumur

Rabu, 06 Juli 2022 - 20:38 WIB
loading...
Tambang Minyak Ilegal di Muara Enim Telan Korban 2 Pria Tewas di Dalam Sumur
Tim gabungan polisi, Basarnas dan BPBD mengevakuasi mayat dua pria yang tewas mengenaskan dalam sumur minyak ilegal di Muara Enim. Foto: MPI/Era Neizma Wedya
A A A
MUARA ENIM - Penambangan minyak ilegal di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim menelan korban, dua pria ditemukan tewas mengenaskan di dalam galian sumur minyak.

Kapolsek Lawang Kidul, Muara Enim, Iptu Yogie Sugama Hasyim, mengatakan, temuan dua mayat itu berawal dari laporan warga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya pada Sabtu (25/6/2022) lalu.

Baca juga: Buronan 11 Kasus Kriminal di Muratara Tewas Tertembak saat Melawan Polisi

"Petugas lalu melakukan penyelidikan di mana informasi terakhir korban diduga jatuh dan tenggelam di dalam sumur galian penambangan minyak ilegal," katanya, Rabu (6/7/2022).



Menurutnya, karena terkendala peralatan dan lokasi yang cukup sulit. Proses pencarian dan evakuasi baru bisa dilakukan pada Selasa (5/7/2022). Dengan menggunakan alat berat untuk proses penggalian. "Ternyata di dalam sumur itu ditemukan dua mayat berjenis kelamin pria," katanya.

Adapun hasil penyelidikan sementara, mayat pertama yang ditemukan bernama Mas'ud warga Musi Banyuasin, dan kedua bernama Diki Pranata warga Pali.

Baca juga: RS Siloam Sriwijaya Terbakar, Petugas Evakuasi Pasien dengan Selang Infus Terpasang

"Kedua mayat tersebut sudah dievakuasi ke RSUD HM Rabain Muara Enim untuk dilakukan outopsi dan pemulasaran jenazah. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan menggali sumur menggunakan alat berat sekitar 6 jam. Hasilnya korban pertama berhasil ditemukan.

"Tim lalu memutuskan untuk melanjutkan penggalian dan sekitar satu jam kemudian ditemukan korban kedua dan berhasil dievakuasi," pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2128 seconds (11.97#12.26)