Banjir dan Tanah Longsor Terjang Nagekeo, Jalan Putus Pertanian Warga Hancur
Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:57 WIB
loading...
Banjir dan tanah longsor mengakibatkan akses jalan warga terputus. Foto: Joni/SINDOnews
A
A
A
NAGEKEO - Hujan deras yang mengguyur Pantai Selatan Nagekeo, membuat akses jalan utama dari Desa Riti ke Desa Podenura di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, putus total.
Akibatnya, sejumlah hasil komoditi pertanian warga di ruas jalan ludes tersapu banjir. Kerugian petani pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone mengatakan, hujan mengakibatkan kondisi jalan rusak berat akibat tertimbun material batu dan pasir. Sehingga, tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca juga: Perhutani Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor
"Badan jalan kedua desa ini harus melewati sungai kering, karena ketiadaan jembatan penyeberangan. Jalan Podenura-Riti merupakan akses utama warga dua desa sehari-hari," katanya, Jumat (1/7/2022).
Selain kerusakan jalan, luapan Sungai Ae Ela juga mengakibatkan kios warga di Dusun Maunura juga terendam banjir. Banjir juga menghancurkan pertanian warga seperti kelapa, dan pisang.
Hingga kini belum ada alat berat untuk membersihkan material yang menutupi badan jalan.
Akibatnya, sejumlah hasil komoditi pertanian warga di ruas jalan ludes tersapu banjir. Kerugian petani pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone mengatakan, hujan mengakibatkan kondisi jalan rusak berat akibat tertimbun material batu dan pasir. Sehingga, tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca juga: Perhutani Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor
"Badan jalan kedua desa ini harus melewati sungai kering, karena ketiadaan jembatan penyeberangan. Jalan Podenura-Riti merupakan akses utama warga dua desa sehari-hari," katanya, Jumat (1/7/2022).
Selain kerusakan jalan, luapan Sungai Ae Ela juga mengakibatkan kios warga di Dusun Maunura juga terendam banjir. Banjir juga menghancurkan pertanian warga seperti kelapa, dan pisang.
Hingga kini belum ada alat berat untuk membersihkan material yang menutupi badan jalan.
Lihat Juga :