IPB Cari 2.690 Petani Kakao Luwu Utara untuk Ikut Peningkatan Produktivitas
Kamis, 30 Juni 2022 - 15:19 WIB
loading...
Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bekerja sama International Finance Coorporation (IFC) bersama mitra dari Olam Food Ingredients (OFI) dan Crowde, mencari 2.690 petani kakao potensial Luwu Utara.
Ini merupakan bagian dari program pendampingan petani kakao yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kakao perkebunan rakyat, khususnya di Kabupaten Luwu Utara.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Lakukan Percepatan Pembangunan Huntap Korban Banjir
Koordinator Program Pendampingan Petani Kakao wilayah Luwu Utara dari LPPM-IPB University, Dr Titik Sumarti, menyebutkan, ribuan petani kakao potensial ini nantinya akan diarahkan pada tiga hal mendasar, yaitu bagaimana petani dapat mengetahui praktik-praktik pertanian, menguasai teknologi digital, dan memahami literasi finance atau literasi keuangan.
“Arah dari program ini adalah strategi pemberdayaan terhadap komunitas petani kakao dari kalangan perempuan dan pemuda. Kenapa harus mereka, karena kita tahu bahwa dalam komunitas petani kakao, tidak hanya petani kakao sendiri, tetapi ada keluarga, termasuk kaum perempuan dan anak-anak muda,” jelas Titik pada Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (29/6/2022), di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara.
Kaum perempuan ini, kata dia, akan diberi kesempatan ikut di dalam kelembagaan kelompok petani, dan juga dapat ikut bermusyawarah dalam menentukan keputusan kelompok Sementara kaum pemuda, ada tiga hal yang harus dimiliki untuk menjadi petani potensial, yaitu pertama kompetensi dan kepercayaan diri, di mana mereka harus diberikan motivasi agar bangga menjadi petani kakao.
Ini merupakan bagian dari program pendampingan petani kakao yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kakao perkebunan rakyat, khususnya di Kabupaten Luwu Utara.
Baca juga: Pemkab Luwu Utara Lakukan Percepatan Pembangunan Huntap Korban Banjir
Koordinator Program Pendampingan Petani Kakao wilayah Luwu Utara dari LPPM-IPB University, Dr Titik Sumarti, menyebutkan, ribuan petani kakao potensial ini nantinya akan diarahkan pada tiga hal mendasar, yaitu bagaimana petani dapat mengetahui praktik-praktik pertanian, menguasai teknologi digital, dan memahami literasi finance atau literasi keuangan.
“Arah dari program ini adalah strategi pemberdayaan terhadap komunitas petani kakao dari kalangan perempuan dan pemuda. Kenapa harus mereka, karena kita tahu bahwa dalam komunitas petani kakao, tidak hanya petani kakao sendiri, tetapi ada keluarga, termasuk kaum perempuan dan anak-anak muda,” jelas Titik pada Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (29/6/2022), di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara.
Kaum perempuan ini, kata dia, akan diberi kesempatan ikut di dalam kelembagaan kelompok petani, dan juga dapat ikut bermusyawarah dalam menentukan keputusan kelompok Sementara kaum pemuda, ada tiga hal yang harus dimiliki untuk menjadi petani potensial, yaitu pertama kompetensi dan kepercayaan diri, di mana mereka harus diberikan motivasi agar bangga menjadi petani kakao.
Lihat Juga :