Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Senin, 20 Juli 2026 - 08:56 WIB
loading...
Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 20 Juli - 23 Juli 2026. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 20 Juli - 23 Juli 2026. BMKG mengungkapkan saat ini pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya kecepatan angin berkisar 7-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dari Timur hingga Tenggara berkisar 7-24 knot.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
"Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat," tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara.
Selanjutnya, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dari Timur hingga Tenggara berkisar 7-24 knot.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
"Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat," tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara.
Selanjutnya, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur.
Lihat Juga :