Perjuangan Ustaz Mawardi ke Masjid, Kayuh Sepeda Lawas hingga Terjang Banjir Rob
Rabu, 29 Juni 2022 - 14:55 WIB
loading...
Ustaz Mawardi menggunakan sepeda lawas selama lima belas tahun saat pergi ke Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Foto/ACT
A
A
A
PEKALONGAN - Ustaz Mawardi (78) imam Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah setiap hari harus mengayuh sepeda sejauh lebih kurang satu kilometer.
Rutinitas ini sudah ia lakukan selama lima belas tahun. Di usianya yang sudah tak lagi muda, Ustaz Mawardi sudah tidak kuat jika harus berjalan kaki menuju masjid. Sehingga ia selalu menaiki sepedanya yang sudah lawas.
Baca juga: Global Wakaf-ACT Hadir di Cianjur Kuatkan Perekonomian UMKM
Aditya Nugraha dari Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pekalongan mengatakan Ustaz Mawardi tinggal di wilayah yang terkena banjir rob setiap hari, tepatnya di Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Banjir itu juga tidak luput menggenangi rumahnya.
Saban hari di waktu subuh dia harus menerjang air rob yang menggenangi jalan menuju masjid. Jika kecapaian mengayuh, maka dia akan menuntun sepedanya lalu mengendarai kembali setelah melewati banjir.
“Jadi imam masjid sudah 20 tahun. Pakai sepeda 15 tahun dan sekarang (sepedanya) sudah karatan. Menggunakan ontel saja rasanya berat, ditambah kalau subuh harus menerjang air rob setinggi 20 cm jadi tambah sulit lagi,” jelas Aditya, Kamis (19/5/2022).
Ustaz Mawardi saat berjalan melintasi jalan yang terendam banjir rob. Meski sudah berkarat dan sering masuk bengkel, Ustaz Mawardi tetap memakai sepeda itu.
Rutinitas ini sudah ia lakukan selama lima belas tahun. Di usianya yang sudah tak lagi muda, Ustaz Mawardi sudah tidak kuat jika harus berjalan kaki menuju masjid. Sehingga ia selalu menaiki sepedanya yang sudah lawas.
Baca juga: Global Wakaf-ACT Hadir di Cianjur Kuatkan Perekonomian UMKM
Aditya Nugraha dari Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pekalongan mengatakan Ustaz Mawardi tinggal di wilayah yang terkena banjir rob setiap hari, tepatnya di Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Banjir itu juga tidak luput menggenangi rumahnya.
Saban hari di waktu subuh dia harus menerjang air rob yang menggenangi jalan menuju masjid. Jika kecapaian mengayuh, maka dia akan menuntun sepedanya lalu mengendarai kembali setelah melewati banjir.
“Jadi imam masjid sudah 20 tahun. Pakai sepeda 15 tahun dan sekarang (sepedanya) sudah karatan. Menggunakan ontel saja rasanya berat, ditambah kalau subuh harus menerjang air rob setinggi 20 cm jadi tambah sulit lagi,” jelas Aditya, Kamis (19/5/2022).
Ustaz Mawardi saat berjalan melintasi jalan yang terendam banjir rob. Meski sudah berkarat dan sering masuk bengkel, Ustaz Mawardi tetap memakai sepeda itu.
Lihat Juga :