Legislator Demokrat Rezki, Ingatkan Warga Pentingnya Pengelolaan Sampah
Minggu, 19 Juni 2022 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk sampah spesifik, terdiri atas sampah yang mengandung barang berbahaya dan beracun, sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun, sampah yang timbul akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah secara teknologi belum dapat dikelola, dan sampah yang timbul secara tidak priodik.
"Semua sampah-sampah itu punya tata cara pengelolaan tersendiri yang juga sudah dijelaskan dalam Perda. Makanya setiap RT/RW diwajibkan untuk melakukan upaya pembersihan dengan mengadakan Bank Sampah," jelasnya.
Pemerhati Lingkungan A Iskandar menambahkan, rata-rata setiap orang menghasilkan sampah sebanyak 2 kilogram per hari. Jika dikalikan dengan jumlah warga Kota Makassar, maka rata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 2 ton per harinya.
"Ini yang menyebabkan penumpukan terus menerus di TPA Tamangapa. Kalau kita bisa mengelola sampah, dipilah sejak awal, maka tidak semua akan sampai 2 ton yang akan masuk ke TPA," ungkapnya.
Baca juga:Penerapan Perda KTR di Makassar Dinilai Belum Maksimal
Kehadiran Bank Sampah, lanjutnya, bisa menjadi salah satu solusi. Selain membiasakan masyarakat untuk memilah sampah, masyarakat juga bisa memperoleh penghasilan tambahan.
"Bank sampah itu kan didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Selain itu masyarakat juga bisa mendapat imbalan saat menukar sampahnya," jelas mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar ini.
"Semua sampah-sampah itu punya tata cara pengelolaan tersendiri yang juga sudah dijelaskan dalam Perda. Makanya setiap RT/RW diwajibkan untuk melakukan upaya pembersihan dengan mengadakan Bank Sampah," jelasnya.
Pemerhati Lingkungan A Iskandar menambahkan, rata-rata setiap orang menghasilkan sampah sebanyak 2 kilogram per hari. Jika dikalikan dengan jumlah warga Kota Makassar, maka rata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 2 ton per harinya.
"Ini yang menyebabkan penumpukan terus menerus di TPA Tamangapa. Kalau kita bisa mengelola sampah, dipilah sejak awal, maka tidak semua akan sampai 2 ton yang akan masuk ke TPA," ungkapnya.
Baca juga:Penerapan Perda KTR di Makassar Dinilai Belum Maksimal
Kehadiran Bank Sampah, lanjutnya, bisa menjadi salah satu solusi. Selain membiasakan masyarakat untuk memilah sampah, masyarakat juga bisa memperoleh penghasilan tambahan.
"Bank sampah itu kan didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Selain itu masyarakat juga bisa mendapat imbalan saat menukar sampahnya," jelas mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar ini.
(luq)
Lihat Juga :