Cerita Suharni, Manfaatkan PKH Selama 5 Tahun Bangun Usaha Beromzet Jutaan
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Selain bahan pokok, Suharni juga menerima bantuan uang untuk biaya sekolah anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) senilai Rp900 ribu pertahun. Ada juga bantuan Rp2 juta untuk anaknya yang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Bantuan-bantuan inilah yang dia kelola dengan baik. Dia menabung sisa uang dari bantuan biaya pendidikan anak-anaknya.
Dari tabungan itu, ditopang kerja keras dan keyakinannya, Suharni mencoba membuka usaha klontongan. Lewat usaha itu, dibantu pendamping PKH Desa Lolisang, Kecamatan Kajang bernama Asrul Sani, Suharni memberanikan diri meminjam uang di bank dan mulai membuka usaha ayam petelur.
Tak disangka, usaha itu berjalan lancar. Suharni kini tidak lagi menjadi warga penerima PKH. Ia telah menyerahkan bantuan tersebut untuk warga lain yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk pemerintah, terkhusus Kementerian Sosial yang telah membantu melalui hari-hari sulit sehingga bisa sampai ke titik ini," tutur Suharni, Selasa (23/6/2020).
Bantuan-bantuan inilah yang dia kelola dengan baik. Dia menabung sisa uang dari bantuan biaya pendidikan anak-anaknya.
Dari tabungan itu, ditopang kerja keras dan keyakinannya, Suharni mencoba membuka usaha klontongan. Lewat usaha itu, dibantu pendamping PKH Desa Lolisang, Kecamatan Kajang bernama Asrul Sani, Suharni memberanikan diri meminjam uang di bank dan mulai membuka usaha ayam petelur.
Tak disangka, usaha itu berjalan lancar. Suharni kini tidak lagi menjadi warga penerima PKH. Ia telah menyerahkan bantuan tersebut untuk warga lain yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk pemerintah, terkhusus Kementerian Sosial yang telah membantu melalui hari-hari sulit sehingga bisa sampai ke titik ini," tutur Suharni, Selasa (23/6/2020).
Lihat Juga :