Kunjungan Perdana Menteri Australia ke Sulsel Genjot Peluang Kerjasama
Selasa, 07 Juni 2022 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
"Australia telah lama menjadi pendukung institusi Unhas , baik itu melalui dukungan infrastruktur awal atau pemberian beasiswa. Kedalaman keterlibatan antara universitas kelas satu kami dan institusi ini terbukti dari 152 alumni Australia yang luar biasa menjadi pengajar di Unhas," jelasnya.
Kehidupan multikultural yang identik di Indonesia juga menjadi perhatian Albanese. Kata dia, saat ini, ada lebih dari 600 ribu warga muslim di Australia, dan mereka menjadi bagian penting dari Australia. Bahkan, dua orang di lingkup kementerian yang dipimpinnya merupakan seorang muslim.
Mereka adalah Menteri Perindustrian Ed Husic, yang orang tuanya berasal dari Bosnia dan merupakan muslim pertama yang menjabat di Kabinet Australia. Kemudian Dr Anne Aly dari Australia Barat yang lahir di Mesir, besar di Australia, lalu kembali ke Mesir saat remaja untuk kuliah sebelum pulang kembali ke Australia.
"Keduanya memegang Alquran saat mereka dilantik sebagai Menteri pekan lalu. Mereka terpilih menjadi anggota parlemen dari daerah pemilihan di mana umat Islam jauh dari mayoritas. Saya menganggap semua ini sebagai konfirmasi yang membesarkan hati bahwa kita semakin dewasa sebagai sebuah bangsa," jelasnya.
Baca Juga: China Larang Pelajarnya Sekolah di Australia
Dalam kunjungan ini, Albanese mengungkapkan keinginannya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam sektor energi dan perubahan iklim. Pihaknya akan membentuk Kemitraan Iklim dan Infrastruktur yang baru.
"Kami akan bekerja sama dengan Jakarta untuk membangun sektor energi bersih yang tangguh dan membuka peluang perdagangan dan investasi hijau. Karena kedua negara kami menyadari bahwa perubahan iklim bukan hanya masalah yang harus diselesaikan, tetapi juga menghadirkan peluang untuk kami rangkul," bebernya.
Kehidupan multikultural yang identik di Indonesia juga menjadi perhatian Albanese. Kata dia, saat ini, ada lebih dari 600 ribu warga muslim di Australia, dan mereka menjadi bagian penting dari Australia. Bahkan, dua orang di lingkup kementerian yang dipimpinnya merupakan seorang muslim.
Mereka adalah Menteri Perindustrian Ed Husic, yang orang tuanya berasal dari Bosnia dan merupakan muslim pertama yang menjabat di Kabinet Australia. Kemudian Dr Anne Aly dari Australia Barat yang lahir di Mesir, besar di Australia, lalu kembali ke Mesir saat remaja untuk kuliah sebelum pulang kembali ke Australia.
"Keduanya memegang Alquran saat mereka dilantik sebagai Menteri pekan lalu. Mereka terpilih menjadi anggota parlemen dari daerah pemilihan di mana umat Islam jauh dari mayoritas. Saya menganggap semua ini sebagai konfirmasi yang membesarkan hati bahwa kita semakin dewasa sebagai sebuah bangsa," jelasnya.
Baca Juga: China Larang Pelajarnya Sekolah di Australia
Dalam kunjungan ini, Albanese mengungkapkan keinginannya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam sektor energi dan perubahan iklim. Pihaknya akan membentuk Kemitraan Iklim dan Infrastruktur yang baru.
"Kami akan bekerja sama dengan Jakarta untuk membangun sektor energi bersih yang tangguh dan membuka peluang perdagangan dan investasi hijau. Karena kedua negara kami menyadari bahwa perubahan iklim bukan hanya masalah yang harus diselesaikan, tetapi juga menghadirkan peluang untuk kami rangkul," bebernya.
Lihat Juga :