Cerita Bripka Sandry Yusuf Rantedatu, Bhabinkamtibmas Bikin Rumbai Koteka demi Kemajuan Anak-anak Papua

Minggu, 05 Juni 2022 - 18:52 WIB
loading...
Cerita Bripka Sandry Yusuf Rantedatu, Bhabinkamtibmas Bikin Rumbai Koteka demi Kemajuan Anak-anak Papua
Bhabinkamtibmas Kelurahan Klawasi, Bripka Sandry Yusuf Rantedatu saat mengajar anak-anak Papua di rumah belajar Rumbia Koteka. Foto: iNewsTV/Chanry Andrew Suripaty
A A A
SORONG - Karakteristik kedaerahan turut andil membuat sebagian orang tua tidak menjadikan pendidikan sebagai prioritas masa depan anak.

Selain karena alasan kondisi sosial ekonomi yang membuat sebagian masyarakat untuk tidak memaksakan anaknya sekolah, baik di negeri apalagi swasta,

Hal itulah yang mendorong Bripka Sandry Yusuf Rantedatu seorang Bhabinkamtibmas Kelurahan Klawasi yang melihat masih banyak terdapat anak-anak kecil yang belum mengenyam bangku sekolah formal.

Baca juga: Oknum Anggota TNI AD Penembak Adik Ipar saat Acara Resepsi Pernikahan Ditahan Pomdam Kasuari

Dampaknya, banyak dari mereka terlibat tindak pidana, tepatnya di Jalan Trikora Kelurahan Klawasi Distrik Barat Kota Sorong Provinsi Papua Barat yang biasa dikenal dengan sebutan kompleks warga Kokoda.

Dengan inisiatif sendiri, mulai tahun 2017 Bripka Sandry membuat inovasi rumah belajar, mulai mengumpulkan anak-anak tersebut di rumah warga dan mengajari mereka Calistung (Baca Tulis Hitung) dan ternyata banyak pada usia mereka tidak bisa.



Pendekatan yang dilakukan pun tidak mudah, harus dapat menyatu dengan orang tua mereka, bahwa pendidikan itu penting dan akan dibantu oleh Bhabinkamtibmas.

Bermodalkan hati yang tulus dalam bertugas, inovasi rumah belajar diberi nama " Rumbai Koteka" Rumah Belajar Masyarakat Kokoda Klawasi, selain pengenalan calistung juga diajari pendidikan karakter pelatihan dan keterampilan, ada juga pembelajaran menari, bernyanyi dan olahraga yang disesuaikan dengan kultur budaya masyarakat asli Kokoda, bahkan dalam komunikasi antara Babinkamtibmas dengan anak-anak tersebut menggunakan bahasa daerah kokoda.

“Rumah belajar ini saya dirikan tanpa tendensi apa-apa dari pihak manapun, karena saya melihat banyak sekali tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak berada di wilayah binaan saya ini, ternyata mereka tidak sekolah " ujar Sandry

Baca juga: Oknum TNI AD yang Juga Mempelai Pria Letuskan Senjata di Hari Pernikahan, Adik Ipar Tewas Terkapar

Hasilnya pun luar biasa, dari data angka kriminalitas anak yang pelakunya dari wilayah ini, pada tahun 2017 sebanyak 40 kasus turun menjadi 10 kasus pada tahun 2020 dan sampai akhir 2021 menjadi 0 kasus.

Awalnya pembelajaran tidak menggunakan baju seragam, tidak menggunakan sepatu dimulai pukul 08.00 - 09.00 WIT untuk Calistung dan 16.00 - 17.00 Wita untuk pendidikan karakter dan lainnya.

Seiring perkembangan, inovasi Rumbai kota ini sudah memiliki anak didik sebanyak 120 orang dan dibantu oleh Yayasan Kesehatan Masyarakat, untuk program kelas jauh diisi dari pengajar Sekolah Mutjahidin buku bacaan diperoleh dari relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

Baca juga: Tidak Terima Ditegur Mabuk di Kelas, Siswa SMK di NTT Pukuli Guru dan Picu Bentrok Desa

Inovasi Rumbai Koteka pun masuk Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik oleh PANRB tahun 2021 bersaing dengan ribuan inovasi yang dibuat oleh instansi lain dan umum.

“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen, Kemenpan RB, Pemerintah Kota Sorong dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga rumah belajar ini masih tetap berdiri sampai tahun 2021, harapannya agar anak-anak binaan kami ini mendapatkan masa depan yang cerah dan dapat berguna bagi nusa dan bangsa,” tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1493 seconds (10.177#12.26)