Brutal! Bryan Yoga Kusuma Diduga Dikeroyok 20 Orang di Holywings Jogja
Minggu, 05 Juni 2022 - 11:36 WIB
loading...
Kasus pengeroyokan terjadi Holywings Jogja dengan korban Bryan Yoga Kusuma yang mengalami luka serius.Foto/ilustrasi
A
A
A
SLEMAN - Bryan Yoga Kusuma diduga menjadi korban pengeroyokan di HolyWings , Sleman, Yogyakarta, Sabtu (4/6/2022) dinihari. Korban Bryan mengalami luka cukup serius di wajah dan beberapa bagian tubuhnya.
Saat ini korban mendapat perawatan intensif di RSUD Sleman. "Keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak berwajib," terang Anung Prajotho, perwakilan keluarga korban saat dihubungi, Minggu (5/6/2022).
Anung juga membeberkan kronologis kejadiannya. Pengeroyokan berawal Jumat (3/6/2022) sekitar pukul 23.30 WIB saat Bryan dan empat temannya, yaitu Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Adhika Pratistha dan Irawan mengunjungi HolyWings Jogja di Jalan Magelang, Kutu Asem, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Baca juga: Tidak Terima Ditegur Mabuk di Kelas, Siswa SMK di NTT Pukuli Guru dan Picu Bentrok Desa
Dalam keterangan tertulisnya, Anung menyebutkan, Sabtu (4/6/2022) dinihari sekira pukul 02.00 WIB, Bryan terlibat perkelahian dengan seseorang dengan inisial C. Selanjutnya C memanggil temannya, L.
Menurut Anung, kedua orang itu kemudian mengumpulkan satuan pengamanan, preman dan tukang parkir untuk memprovokasi Bryan. “Bryan dihajar selama 1 jam oleh sekitar 20 orang dan ada oknum polisi yang terlibat,” kata dia.
Anung menuturkan, ketika pertikaian mereda, C dan L menawarkan untuk menyelesaikan masalah itu di Polres Sleman. Saat di kantor polisi itu penganiayaan terhadap Bryan malah berlanjut. “Saat berada di Polres, Bryan dan Albert terus mendapatkan siksaan dan pukulan,” kata dia.
Saat ini korban mendapat perawatan intensif di RSUD Sleman. "Keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak berwajib," terang Anung Prajotho, perwakilan keluarga korban saat dihubungi, Minggu (5/6/2022).
Anung juga membeberkan kronologis kejadiannya. Pengeroyokan berawal Jumat (3/6/2022) sekitar pukul 23.30 WIB saat Bryan dan empat temannya, yaitu Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Adhika Pratistha dan Irawan mengunjungi HolyWings Jogja di Jalan Magelang, Kutu Asem, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Baca juga: Tidak Terima Ditegur Mabuk di Kelas, Siswa SMK di NTT Pukuli Guru dan Picu Bentrok Desa
Dalam keterangan tertulisnya, Anung menyebutkan, Sabtu (4/6/2022) dinihari sekira pukul 02.00 WIB, Bryan terlibat perkelahian dengan seseorang dengan inisial C. Selanjutnya C memanggil temannya, L.
Menurut Anung, kedua orang itu kemudian mengumpulkan satuan pengamanan, preman dan tukang parkir untuk memprovokasi Bryan. “Bryan dihajar selama 1 jam oleh sekitar 20 orang dan ada oknum polisi yang terlibat,” kata dia.
Anung menuturkan, ketika pertikaian mereda, C dan L menawarkan untuk menyelesaikan masalah itu di Polres Sleman. Saat di kantor polisi itu penganiayaan terhadap Bryan malah berlanjut. “Saat berada di Polres, Bryan dan Albert terus mendapatkan siksaan dan pukulan,” kata dia.
Lihat Juga :