Pemasukan Ternak di Sulsel Kian Intens, Karantina Pertanian Perkuat Pengawasan
Sabtu, 04 Juni 2022 - 08:14 WIB
loading...
Balai Besar Karantina Pertanian Makassar terus memperketat pengawasan terhadap pemasukan hewan ternak di tempat pemasukan dan pengeluaran di Sulsel. Foto/Dok BBKP Makassar
A
A
A
MAKASSAR - Balai Besar Karantina Pertanian Makassar terus memperketat pengawasan terhadap pemasukan hewan ternak di tempat pemasukan dan pengeluaran di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satunya melalui wilayah kerja pelabuhan laut Jeneponto dan Bulukumba. Kedua wilker tersebut merupakan wilker yang relatif tinggi mengalami frekuensi pemasukan lalu lintas hewan ternak, utamanya sapi, kerbau, kambing dan kuda.
Menurut data Karantina Pertanian Makassar, pada pekan ini sudah ratusan hewan ternak yang masuk melalui pelabuhan laut Jeneponto dan Bulukumba. Di antara lain yakni 228 ekor sapi, 166 ekor kuda, 95 ekor kerbau dan 845 ekor kambing.
Baca Juga: BBKP Makassar Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bungeng
Hewan ternak yang masuk ke Sulsel mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Intensitas pemasukan hewan ternak ini diperkirakan akan terus meningkat menjelang Idul Adha pada Juli nanti.
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, mengatakan bahwa tingginya frekuensi pemasukan hewan ternak menjelang Idul Adha membuat Karantina Pertanian Makassar terus memperkuat pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk ke Sulsel.
Menurut data Karantina Pertanian Makassar, pada pekan ini sudah ratusan hewan ternak yang masuk melalui pelabuhan laut Jeneponto dan Bulukumba. Di antara lain yakni 228 ekor sapi, 166 ekor kuda, 95 ekor kerbau dan 845 ekor kambing.
Baca Juga: BBKP Makassar Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bungeng
Hewan ternak yang masuk ke Sulsel mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Intensitas pemasukan hewan ternak ini diperkirakan akan terus meningkat menjelang Idul Adha pada Juli nanti.
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, mengatakan bahwa tingginya frekuensi pemasukan hewan ternak menjelang Idul Adha membuat Karantina Pertanian Makassar terus memperkuat pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk ke Sulsel.
Lihat Juga :