Kemendikbud Diminta Gandeng Perusahaan Multimedia Nasional-Kampus

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:39 WIB
loading...
Kemendikbud Diminta...
Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah. Foto/iNewsTV/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta menggandeng perusahaan multimedia nasional dan kampus dalam mendukung program Belajar dari Rumah.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah menyusul kerja sama yang mulai dijalin Kemendikbud dengan Netflix untuk menghadirkan film-film dokumenter di TVRI sebagai penunjang program Belajar Dari Rumah, akhir pekan lalu. (Baca juga: Tak Bayar Pajak ke Negara, Gerindra Kritik Kerja Sama Kemendikbud-Netflix )

Menurut anggota legislatif dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bandung dan Cimahi itu, kerja sama dengan perusahaan asing tersebut sebaiknya dijalin dalam waktu yang singkat saja dan Kemendikbud sebaiknya memprioritaskan hasil kreasi anak bangsa dan mulai memikirkan langkah bermitra dengan pihak kampus.

"Sebagai lembaga negara, alangkah lebih baik bila Kemendikbud memprioritaskan produk-produk kreasi anak bangsa. Saya percaya kita punya banyak sumber daya hebat dan kreatif yang bisa menyajikan tayangan-tayangan penunjang pendidikan dan informasi bermutu bagi masyarakat," kata Ledia di Bandung, Selasa (23/6/2020).

Ledia menilai, karya-karya multimedia yang dihasilkan anak bangsa layak diapresiasi dan didukung. Apresiasi dan dukungan tersebut, salah satunya dapat diwujudkan Kemendikbud dengan menggandeng perusahaan multimedia nasional sebagai mitra penyuplai bahan tayangan.

Selain dengan perusahaan multimedia nasional, lanjut Ledia, Kemendikbud juga seharusnya bisa menggandeng pihak kampus untuk turut serta memenuhi kebutuhan tayangan yang mendidik sekaligus melakukan penguatan program Kampus Merdeka yang juga digagas oleh Mendikbud, Nadiem Makarim.

Ledia memaparkan, dalam penjelasannya di berbagai media, Menteri Nadiem kerap mengatakan jika gagasan Kampus Merdeka memberi keleluasaan bagi beraneka kegiatan mahasiswa, seperti belajar lintas program studi (prodi), belajar di luar kampus, hingga magang untuk diperhitungkan sebagai bagian dari penilaian yang menunjang kelulusan.

Mengingat saat ini sudah banyak kampus yang memiliki jurusan terkait multimedia, desain visual, maupun sinematografi, kata Ledia, tentu menjadi sangat logis bila Kemendikbud menyinergikan kebutuhan bahan tayangan penunjang program Belajar dari Rumah dengan memberi kesempatan kepada para mahasiswa multimedia, desain visual, sinematografi atau jurusan lain yang berkaitan dengan produksi film.

Dengan begitu, mereka bakal mendapatkan kesempatan magang, pembuatan tugas akhir, dan penugasan lainya untuk menghasilkan tayangan yang sesuai kebutuhan di bawah supervisi dari pihak kampus dan Kemendikbud sendiri.

"Ini akan menjadi satu proses saling memberi manfaat antara pihak Kementerian, kampus dan mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa akan mampu mengasah dan menerapkan ilmu, mendapat pengalaman praktek kerja lapangan, sekaligus memenuhi kebutuhan penilaian kuliah," jelas dia.

Tidak hanya itu, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI itu menilai, pihak kampus pun dapat langsung mengimplementasikan program Kampus Merdeka dengan membuat indikator penilaian berbasis kegiatan di luar kampus.

Ledia mengatakan, bila program Belajar Dari Rumah masih akan berlangsung hingga tahun depan, tentu Kemendikbud membutuhkan banyak bahan tayang penunjang pendidikan. Apalagi, belum ada tanda-tanda pandemi COVID-19 akan segera berakhir, sehingga jadwal pembelajaran jarak jauh diperkirakan masih berlangsung cukup lama.

Karena itu, Ledia berharap, Kemendikbud segera mengambil langkah untuk memprioritaskan karya anak bangsa dengan menggandeng mereka yang sudah biasa memproduki tayangan film dan multimedia maupun menjalin kerja sama dengan berbagai kampus yang memiliki irisan kegiatan pembuatan film dan tayangan multimedia.

"Inilah saatnya negara melalui Kemendikbud menunjukkan dukungan kepada karya-karya anak bangsa sekaligus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para mahasiswa di negeri sendiri," pungkas dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR: Hardiknas...
Anggota DPR: Hardiknas Momentum Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Sumbar
Balai Pelestarian Kebudayaan...
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Gelar Karavan Budaya Bertajuk Marijo Ka Likupang
Harga Kain Seragam di...
Harga Kain Seragam di SMA Tulungagung Rp2,3 Juta, Yerry Tawalujan: Tak Wajar dan Rusak Citra Pendidikan
Akselarasi Pendidikan...
Akselarasi Pendidikan Ibu Kota Negara Dibantu Pihak Swasta
Viral Siswi SMA Negeri...
Viral Siswi SMA Negeri di Tasikmalaya Dianiaya Teman Sekelas, Begini Kronologinya
Viral, Siswa SMA Menggambar...
Viral, Siswa SMA Menggambar Tak Senonoh di Papan Tulis Depan Guru Perempuan
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Kejagung Buka Peluang...
Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendikbud di Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Bukan dengan Paksaan,...
Bukan dengan Paksaan, Tetapi dengan Cahaya: Mendidik untuk Masa Depan yang Lebih Cerah
Rekomendasi
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Berita Terkini
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved